Akurat

Presiden Barcelona Bakal Perkarakan 'Gol Hantu' Lamine Yamal di El Clasico

Badri | 23 April 2024, 17:18 WIB
Presiden Barcelona Bakal Perkarakan 'Gol Hantu' Lamine Yamal di El Clasico

AKURAT.CO, Insiden “gol hantu” di laga El Clasico antara Real Madrid dan Barcelona ternyata tak berlalu begitu saja. Barcelona sebagai pihak yang dirugikan berencana mengajukan gugatan hukum.

“Jika, setelah dokumentasi ini dianalisa, klub mengetahui bahwa ada kesalahan yang dilakukan dalam revisi insiden tersebut, kami akan mengambil tindakan yang tersedia untuk mengembalikan situasi,” kata Presiden Barcelona, Joan Laporta, sebagaimana dipetik dari BBC.

“Tanpa pengurangan, jelas, sebarang tindakan legal apapun yang diperlukan.”

Gol hantu di babak pertama ketika Madrid menjamu Barcelona untuk laga ke-32 La Liga Spanyol 2023-2024 di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, Minggu (22/4).

Baca Juga: Potensi Gol Barcelona tak Diakui, Xavi Hernandez Kecam Ketiadaan Teknologi Garis Gawang di La Liga

Gol Lamine Yamal yang tampak telah masuk ke gawang meski didorong keluar oleh kiper Madrid, Andriy Lunin, tidak disahkan sebagai gol oleh wasit yang bertugas, Cesar Soto Grado, meski telah melakukan pemeriksaan VAR.

Barcelona akhirnya kalah dengan skor 2-3 setelah Madrid mendapatkan gol penutup melalui Jude Bellingham di akhir laga. Kontroversi menyeruak setelahnya dengan sorotan terhadap ketiadaan teknologi garis gawang di La Liga Spanyol.

Laporta mengatakan bahwa Barcelona akan meminta rekaman audio dan cuplikan video dari Komite Teknis Wasit Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) untuk memeriksa keabsahan gol Lamine Yamal.

“Kami paham kesulitan yang dihadapi ofisial pertandingan, tetapi (gugatan) ini untuk alasan bahwa peralatan (seperti VAR) ada untuk membantu kompetisi lebih adil dan bukan sebaliknya,” kata Laporta.

Baca Juga: Jude Bellingham Bawa Real Madrid Menangi El Clasico, Los Blancos Kian Dekat Jadi Juara

Pelatih Barcelona, Xavi Hernandez, juga mengecam absennya teknologi garis gawang di La Liga. Menurutnya, jalannya pertandingan El Clasico akhir pekan lalu akan berbeda jika gol Lamine Yamal disahkan.

“Jika kita ingin menjadi liga terbaik di dunia kita harus maju dalam hal ini, Anda harus punya teknologi,” jawab Xavi.

Kekalahan atas Madrid cukup memukul Barcelona dari segi persaingan perburuan gelar La Liga. Mereka kini duduk di posisi kedua tertinggal sebelas angka dari Madrid yang berada di posisi puncak.

Adapun pertandingan tersisa untuk Barcelona dan Madrid di La Liga musim ini adalah enam laga. Madrid cukup memenangi empat saja untuk merengkuh gelar juara.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
Reporter
Badri
H