Akurat Logo

Alex Rins Mengaku Dapat Ancaman Pembunuhan Usai Acungkan Jari Tengah ke Marshal di Mandalika

Dian Eko Prasetio | 12 Oktober 2026, 17:05 WIB
Alex Rins Mengaku Dapat Ancaman Pembunuhan Usai Acungkan Jari Tengah ke Marshal di Mandalika
Pembalap Yamaha, Alex Rins, saat beraksi di MotoGP Indonesia 2026 di Stadion Internasional Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (11/10/2026). X/YamahaMotoGP

AKURAT.CO, Pembalap Monster Energy Yamaha MotoGP, Alex Rins, mendadak jadi sorotan tajam di sela-sela perhelatan Grand Prix Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, 9-11 Oktober lalu.

Bukan sekadar aksi di atas lintasan, rider asal Spanyol itu mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa dirinya mendapat teror hingga ancaman pembunuhan dari netizen usai insiden emosional dengan petugas lintasan (marshal) MotoGP Indonesia pada Jumat (9/10/2026) lalu.

Insiden bermula ketika Alex Rins tertangkap kamera terlibat ketegangan dengan marshal di pengujung sesi Practice MotoGP Indonesia.

Alex Rins sempat mengira diminta naik ke atas skuter untuk diantar kembali ke paddock, namun kenyataannya tidak demikian. Emosi yang tersulut membuat Rins meluapkan kekesalannya dengan gestur mengacungkan jari tengah kepada sang marshal.

Baca Juga: MotoGP Indonesia: Jorge Martin Kembali Ke Puncak Klasemen, Bezzecchi Bikin Perburuan Gelar Kian Panas

Alex Rins Minta Maaf Sekaligus Kecam Teror Kekerasan

Meski telah dipanggil oleh stewards dan memberikan klarifikasi, gestur tak terpuji tersebut telanjur memicu kecaman publik. Sadar tindakannya salah, Rins langsung menyampaikan permintaan maaf terbuka melalui akun media sosial pribadinya pada Sabtu (10/10/2026) sore.

"Saya ingin mengklarifikasi apa yang terjadi kemarin setelah saya crash. Ada kesalahpahaman dengan seorang marshal saat saya mencoba kembali ke box. Itu adalah momen yang penuh tekanan, dan saya bereaksi dengan cara yang seharusnya tidak saya lakukan," tulis Rins seperti dikutip Crash.

"Saya meminta maaf atas gestur saya. Itu tidak benar, terutama mengingat banyak penggemar muda yang menonton kami. Saya sangat menghormati para marshal dan kerja keras yang mereka lakukan."

Namun, di balik penyesalan tersebut, Rins meluapkan keprihatinannya karena teguran publik berubah menjadi serangan brutal di dunia maya. Ia mengaku dikirimi berbagai komentar kebencian yang mengarah pada ancaman keselamatan jiwa.

"Namun, saya juga menerima beberapa komentar yang sangat serius, termasuk ancaman pembunuhan dan kekerasan," kata Rins lebih jauh.

"Saya mengerti mengapa orang marah dengan reaksi saya, tetapi ancaman dan pelecehan tidak pernah bisa diterima. Kita semua bisa membuat kesalahan, dan saya bertanggung jawab atas kesalahan saya."

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.