MotoGP Prancis: Marc Marquez Ogah Bicarakan Gelar Juara, Pilih Fokus Benahi Desmosedici di Le Mans

AKURAT.CO, Juara dunia MotoGP tujuh kali, Marc Marquez, tampaknya enggan terbuai dengan statusnya sebagai kandidat peraih titel musim 2026.
Menjelang seri kelima di Sirkuit Bugatti, Le Mans, Prancis, pembalap andalan Ducati ini memilih untuk bersikap realistis dengan fokus memperbaiki performa tunggangannya ketimbang memikirkan mahkota juara.
Marc Marquez mengisyaratkan bahwa MotoGP Prancis akhir pekan ini akan menjadi momentum krusial bagi timnya untuk menerapkan pembaruan teknis pada motor Ducati.
Baginya, peningkatan performa dan konsistensi adalah prioritas utama sebelum kembali masuk dalam pusaran persaingan gelar.
"Sejujurnya, pertama-tama, sebelum memikirkan gelar juara, kami perlu memperbaiki beberapa hal," kata pembalap yang menyandang status sebagai juara bertahan tersebut dikutip Crash, Jumat (8/5/2026).
Memasuki balapan di Le Mans, Marc Marquez saat ini masih tertahan di posisi kelima klasemen sementara.
Pembalap berusia 33 tahun itu terpaut cukup jauh, yakni 44 poin, dari rival terdekatnya, Marco Bezzecchi (Aprilia Racing), yang tengah kokoh di puncak klasemen.
Catatan The Baby Alien di awal musim ini memang tergolong fluktuatif. Meski sudah mengantongi dua kemenangan di sesi Sprint Race (Brasil dan Jerez), Marc Marquez justru belum pernah sekalipun mencicipi podium pada balapan utama dari empat seri yang telah berjalan. Insiden kecelakaan di Jerez pekan lalu semakin memperparah situasinya.
"Saat ini saya memang menunjukkan bahwa di beberapa momen saya memiliki kecepatan. Di beberapa sesi pada akhir pekan balapan saya tampil bagus, namun saya belum memiliki konsistensi," kata Marquez.
Penampilan Marquez di awal musim 2026 ini sangat berbanding terbalik jika dibandingkan dengan perjalanannya musim lalu.
Pada 2025, Marquez tampil begitu dominan dan konsisten sejak seri pembuka, hingga akhirnya mampu mengunci gelar juara dunia di GP Jepang saat kompetisi masih menyisakan lima seri.
Tahun ini, beban yang dipikul Marquez jauh lebih berat. Selain misi mempertahankan gelar, ia juga tengah memburu gelar juara dunia kelas utama kedelapan.
Jika berhasil meraihnya di akhir musim nanti, pembalap asal Spanyol ini akan menyejajarkan namanya dengan legenda abadi Giacomo Agostini sebagai pembalap tersukses dalam sejarah kompetisi.
GP Prancis akhir pekan ini akan menjadi panggung pembuktian bagi tim mekanik Borgo Panigale untuk memberikan paket motor yang lebih stabil bagi Marquez.
Konsistensi di lintasan Bugatti yang memiliki karakter pengereman keras (hard braking) akan sangat menentukan apakah Marquez bisa segera memangkas jarak poin dengan Bezzecchi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 3Link Live Score Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026, Cek Skor dan Susunan Pemain Sekarang!
- 4Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 5Link Live Streaming Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Nonton di Sini!
- 6Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 7Kalender Jawa 5 Oktober 2026: Watak Weton Senin Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 8Link Live Streaming Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Berapa dan Tayang di Mana?
- 9Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver
- 10Presiden Prabowo Minta Perekrutan TNI-Polri Tidak Melulu Lihat Fisik, Boleh Berkacamata Asal Pintar





