Indonesia Sabet 2 Gelar dan 2 Runner-up di Tur Eropa, Eng Hian Soroti Konsistensi dan Poin Kritis

AKURAT.CO, Perjuangan tim bulutangkis Indonesia dalam merampungkan tiga turnamen beruntun di Tur Eropa 2026 mendapat penilaian positif dari Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI).
Sepanjang tiga pekan petualangan di Benua Biru tersebut, armada Merah Putih berhasil menembus empat partai puncak dengan mengamankan dua gelar juara dan dua runner-up.
Gelar pertama diraih oleh duet ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang tampil perkasa menaiki podium tertinggi di ajang Super 750 Denmark Terbuka 2026.
Kesuksesan tersebut disempurnakan oleh pasangan ganda putri Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti (Tiwi/Fadia) yang sukses mengondol trofi juara Super 500 Hylo Terbuka 2026 di Jerman usai membungkam unggulan utama asal Chinese Taipei.
Sementara itu, dua posisi runner-up masing-masing disumbangkan oleh pebulutangkis tunggal putra muda Moh Zaki Ubaidillah (Ubed) yang mengukir kejutan menembus final Super 750 Prancis Terbuka 2026 serta atlet tunggal putra senior Jonatan Christie yang melaju hingga partai puncak di Hylo Terbuka 2026.
Apresiasi Perjuangan dan Catatan Evaluasi Pelatih di Tur Eropa
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Eng Hian, memberikan evaluasi menyeluruh atas kiprah para atlet Tanah Air di ajang Denmark Terbuka, Prancis Terbuka, dan Hylo Terbuka 2026.
Eng Hian melayangkan apresiasi atas kerja keras seluruh atlet dan tim pelatih yang bertugas sepanjang tur Eropa. Kendati demikian, legenda ganda putra Indonesia itu menegaskan bahwa masih ada sejumlah aspek vital yang harus segera dipoles.
"Secara performa, atlet-atlet Indonesia di tiga turnamen Eropa, Denmark Open, France Open, dan Hylo Open, menunjukkan hasil yang cukup positif. Indonesia berhasil meraih dua gelar juara dan dua runner-up," kata Eng Hian dalam keterangan resminya.
"Namun, masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, terutama konsistensi permainan, kemampuan mengantisipasi perubahan pola permainan lawan, serta pengambilan keputusan pada poin-poin kritis."
Selain itu, pria yang pernah mengantarkan Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih emas Olimpiade ini juga menekankan kesiapan fisik dan mental pasukannya untuk terus dibenahi agar mampu menjaga performa sepanjang turnamen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 2KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 3Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 4Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 5Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 6Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 7Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 8Prediksi Skor Dortmund vs Betis 5 November 2026: Mampukah Die Borussen Hentikan Rekor Sempurna Tim Tamu?
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








