Akurat

All England: Tak Mau Terbebani Gengsi Turnamen, Jafar/Felisha Targetkan Semifinal

Dian Eko Prasetio | 24 Februari 2026, 16:42 WIB
All England: Tak Mau Terbebani Gengsi Turnamen, Jafar/Felisha Targetkan Semifinal

AKURAT.CO, Gelaran All England 2026 segera bergulir pada 3–8 Maret mendatang. Pasangan ganda campuran bulutangkis muda Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, enggan terbebani status sakral turnamen level Super 1000 tersebut.

Menurut Jafar/Felisha, beban All England justru bisa merusak konsentrasi di lapangan.

Meski penampilan di Utilita Arena, Birmingham, nanti adalah debut di All England, pasangan yang tengah menanjak performanya ini memilih bersikap tenang.

Baca Juga: ​Thailand Masters: Badai Cedera Hantam Skuad Cipayung, Anthony Ginting dan Jafar/Felisha Mundur

Jafar/Felisha fokus pada persiapan teknis ketimbang terbawa euforia gengsi turnamen.

Banyak atlet yang sering kali tampil gugup atau justru terlalu berapi-api saat pertama kali mencicipi atmosfer All England.

Namun, Felisha memiliki pandangan berbeda. Ia memilih tidak menaruh ekspektasi berlebihan agar permainannya tidak tertekan.

"Kami semua sudah tahu ini turnamen tertua, turnamen yang sakral," ujar Felisha saat ditemui di Pelatnas PBSi di Cipayung, Jakarta Timur, Senin (23/2).

"Cuma jangan terlalu difokuskan ke situnya, nanti malah merusak fokus main. Kami lebih fokus ke match by match saja."

Meski memilih abai terhadap status turnamen, soal target, pasangan ini tidak main-main.

Baca Juga: Menatap 'Lantai Keramat' All England, Ganda Putri Indonesia Matangkan Fokus di Poin Kritis

Pada All England perdana mereka, Jafar/Felisha berani mematok target tinggi untuk menembus babak empat besar.

"Harapannya kalau bicara paling bawah, minimal semifinal lah," kata Felisha yang langsung diamini oleh Jafar.

"Iya, minimal semi juga. Namun, ya tetap fokus satu-satu dulu."

Menjelang keberangkatan ke rangkaian tur Eropa, Jafar serta Felisha mengaku kondisi fisik serta kesiapan mereka sudah menyentuh angka maksimal.

Program latihan intensif di Pelatnas PBSI di Cipayung menjadi modal utama mereka sebelum bertolak ke Inggris.

"Untuk persiapan menuju All England serta rangkaian tur Eropa lainnya, sudah di 90 sampai 95 persen," ujar Felisha.

"Sisanya tinggal menyesuaikan kondisi di sana (Eropa). Semoga sisa waktu seminggu nanti bisa menyempurnakan persiapan kami."

Senada dengan sang rekan, Jafar juga merasa sangat siap.

Apalagi dirinya memiliki waktu latihan yang lebih panjang lantaran Felisha sebelumnya sempat terkendala cedera usai Indonesia Masters 2026.

Salah satu poin krusial dalam keberangkatan kali ini adalah adanya program aklimatisasi.

Menempuh perjalanan jauh ke Eropa sering kali menjadi momok bagi atlet terkait masalah jam tidur atau jet lag serta suhu udara yang ekstrem.

Jafar serta Felisha menyambut positif langkah PBSI yang memberangkatkan tim lebih awal.

Menurut mereka, waktu satu minggu sebelum laga dimulai sangat cukup untuk menyesuaikan metabolisme tubuh.

"Yang paling berpengaruh itu pasti jam tidur serta suhu. Itu kendala besar kalau kita sampai baru satu-dua hari terus langsung main, sangat mengganggu," jelas Felisha.

"Dengan berangkat duluan, kita bisa menyesuaikan jam tidur supaya pas Selasa main sudah nyaman."

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.