Akurat

PBSI Bakal Rombak Ganda Putra, Skenario Baru untuk Leo/Bagas Sambil Tunggu Daniel Marthin

Leo Farhan | 26 Januari 2026, 01:14 WIB
PBSI Bakal Rombak Ganda Putra, Skenario Baru untuk Leo/Bagas Sambil Tunggu Daniel Marthin

AKURAT.CO, Kabar mengejutkan datang dari sektor ganda putra Pelatnas PBSI. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Eng Hian, mengisyaratkan adanya potensi bongkar pasang pasangan ganda putra utama sebagai langkah evaluasi total usai gelaran Indonesia Masters 2026.

Meskipun Indonesia berhasil meloloskan pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin ke partai final Indonesia Masters, performa beberapa pasangan senior lainnya justru menjadi catatan merah bagi federasi.

Fokus utama kini tertuju pada nasib pasangan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana yang dinilai stagnan, serta proses kembalinya Daniel Marthin ke lapangan.

Baca Juga: ​Evaluasi Indonesia Masters: PBSI Fokus Bangun Fondasi Kuat Menuju Olimpiade LA 2028

Rencana Tandem Daniel Marthin Tinggal Menunggu Momentum

Eng Hian mengungkapkan bahwa kondisi cedera Daniel Marthin sejatinya sudah dinyatakan sembuh secara medis. Namun, tim pelatih masih menahan Daniel untuk turun bertanding karena masalah trauma gerakan yang belum hilang sepenuhnya.

"Daniel kondisinya sudah baik. Cuma saya masih belum bisa me-release Daniel ke pertandingan karena masih ada beberapa gerakan yang masih dia tahan," kata Eng Hian di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (25/1).

"Kita tidak mau kalau dipaksakan nanti ada trauma panjang."

Menariknya, PBSI sudah menyiapkan skenario tandem baru untuk Daniel. Tidak tanggung-tanggung, skema pasangan A hingga D sudah berada di kantong tim pelatih.

Namun, Eng Hian memastikan bahwa Daniel tidak akan dipasangkan dengan pemain junior dari skuad pratama Pelatnas PBSI guna menghindari memulai poin dari nol.

Baca Juga: Indonesia Masters: Gagal Kalahkan Duet Malaysia, Raymond/Joaquin Terkendala Adaptasi Lapangan

"Kita sudah siapkan skema A, B, C, D. Sambil menunggu Daniel sembuh, kita melihat progres Bagas/Leo dan Rahmat/Rian. Kalau Daniel partner dengan (pemain) pratama kan benar-benar mulai dari nol, tapi kalau dengan yang sudah mapan tidak dari nol banget," jelas pria yang karib disapa Koh Didi itu.

Sinyal perombakan ini menjadi alarm keras bagi pasangan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana. Eng Hian mengakui bahwa Key Performance Indicator (KPI) pasangan ini dalam enam bulan terakhir jauh dari ekspektasi.

"Untuk rencana perubahan, itu tidak menutup kemungkinan. Kalau memang sudah maksimal mencoba segala cara tapi performa atlet ini tidak meningkat, sementara kita melihat potensi atlet bisa dikembangkan dengan pemain lain, tentu itu akan menjadi solusi," jelasnya.

Namun, Eng Hian memberikan pengecualian bagi dua pasangan yang dianggap memiliki progres positif, yakni Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan sang finalis Indonesia Masters, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Kedua pasangan ini dipastikan aman dari radar bongkar pasang.

Fajar/Fikri Fokus Adaptasi Pola Baru Menuju All England

Terkait performa Fajar/Fikri yang tumbang dari juniornya di perempat final, Eng Hian menjelaskan bahwa pasangan ini sedang dalam masa adaptasi perubahan pola permainan. All England 2026 pun ditetapkan sebagai sasaran utama bagi pasangan ini.

"Fajar/Fikri memang kalah dari juniornya, tapi mereka sedang beradaptasi dengan perubahan pola. Tentu tidak mudah, tapi All England, Indonesia Open, dan puncaknya Asian Games menjadi sasaran utama mereka," katanya.

Dengan berakhirnya Indonesia Masters 2026, peta kekuatan ganda putra Pelatnas diprediksi akan mengalami pergeseran signifikan. Publik kini menanti apakah Daniel Marthin akan kembali dengan pasangan lamanya, atau justru muncul duet "monster" baru hasil perombakan besar-besaran PBSI.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H