Akurat

Indonesia Masters: Jadi Raja Baru di Istora, Alwi Farhan Berusaha Kontrol Ekspektasi Publik

Leo Farhan | 25 Januari 2026, 18:52 WIB
Indonesia Masters: Jadi Raja Baru di Istora, Alwi Farhan Berusaha Kontrol Ekspektasi Publik

AKURAT.CO, Gemuruh Istora Senayan pecah saat tunggal putra masa depan Indonesia, Alwi Farhan, memastikan diri sebagai kampiun di ajang Indonesia Masters 2026.

Alwi Farhan tampil dominan dengan melumat wakil Thailand, Panitchaphon Teeraratsakul, melalui skor yang sangat mencolok, 21-5 dan 21-6, di laga final indonesia Masters di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (25/1).

Kemenangan di Indonesia Masters ini terasa sangat emosional bagi Alwi. Pasalnya, gelar pertama Super 500 ini diraihnya di hadapan publik sendiri sekaligus melengkapi koleksi gelarnya setelah sebelumnya berjaya di level Super 100 dan Super 300.

Baca Juga: Indonesia Masters: Malaysia Sapu Tiga Gelar, Alwi Farhan Selamatkan Wajah Indonesia

"Alhamdulillah, saya berada di sini berkat Allah yang Maha Esa. Banyak perjuangan, sakit, darah, dan air mata yang saya korbankan untuk berada di podium tertinggi hari ini," kata Alwi Farhan usai laga.

"Saya sangat bersyukur, tidak pernah terbayangkan anak kecil hitam dari Solo ini bisa memenangi Indonesia Masters."

Meski mengaku tidak dalam kondisi fisik 100 persen bugar sejak babak awal, Alwi membuktikan bahwa mentalitas adalah kunci. Dukungan ribuan suporter di Istora diakuinya menjadi suntikan energi yang membuat tenaganya seolah tidak ada habisnya.

"Semakin hari penonton semakin ramai, crowd semakin bagus, itu membuat tenaga saya tidak ada habisnya. Tekad dan ambisi saya selalu 100 persen meski fisik tidak fit," lanjut juara dunia junior 2023 tersebut.

Baca Juga: Indonesia Masters: Gen Z Siap Unjuk Gigi, Alwi Farhan Tembus Final Super 500 Perdana di Istora

Keberhasilan Alwi menjuarai turnamen ini otomatis meningkatkan ekspektasi publik terhadap dirinya. Namun, pemain kelahiran 2005 ini menyikapi hal tersebut dengan sangat dewasa. Ia menganggap tekanan adalah bagian dari tanggung jawabnya sebagai atlet Merah Putih.

"Prestasi diukir, di situlah tanggung jawab terbentuk. Ekspektasi orang akan saya kontrol dengan berusaha semaksimal mungkin setiap hari. Saya tidak akan pernah takut," tegas Alwi.

Mengenai rencana jangka panjang, Alwi kini mulai membidik turnamen-turnamen yang lebih bergengsi. Gelar Indonesia Masters ini dijadikannya sebagai batu loncatan untuk memantaskan diri bertarung di level Super 750, Super 1000, hingga panggung Olimpiade.

Sebagai representasi generasi muda (Gen Z), Alwi menitipkan pesan inspiratif bagi sesama anak muda yang tengah berjuang mengejar mimpi. Ia mengingatkan agar jangan pernah takut untuk "menabrak" tantangan di depan mata.

"Jangan pernah takut bermimpi. Struggle, jatuh bangun, tabrak saja apa pun yang ada di depan. Kita perlu lihat ke atas untuk mengejar, dan lihat ke bawah untuk tahu dari mana kita berasal. Do your best every day, keep humble, and let God do the rest," pungkasnya.

Gelar ini menjadi satu-satunya pelipur lara bagi tuan rumah di ajang Indonesia Masters 2026, sekaligus mengukuhkan posisi Alwi Farhan sebagai ancaman baru di jajaran tunggal putra elit dunia.

Tim bulutangkis Indonesia sejatinya mampu mengirimkan dua wakil untuk bertarung di partai puncak. Selain Alwi, skuad Merah Putih juga meloloskan wakil di sektor ganda putra lewat pasangan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.

Sayang, di laga perebutan juara, Raymond/Joaquin harus mengakui ketangguhan wakil Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, dengan skor akhir 19-21 dan 13-21.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H