Akurat

​Indonesia Masters: Pikul Beban Juara, 'Darah Muda' Indonesia Siap Meledak Saat Debut di Istora

Leo Farhan | 19 Januari 2026, 18:27 WIB
​Indonesia Masters: Pikul Beban Juara, 'Darah Muda' Indonesia Siap Meledak Saat Debut di Istora

AKURAT.CO, Gelaran BWF World Tour Super 500 Indonesia Masters 2026 yang bergulir 20-25 Januari mendatang bakal menjadi panggung ujian mental bagi para pemain muda Tanah Air.

Menyandang status sebagai pemain dengan ranking nasional tinggi, mereka kini memikul beban berat untuk menjaga gengsi tuan rumah sekaligus memenuhi target gelar juara Indonesia Masters di Istora Senayan.

Salah satunya adalah Moh Zaki Ubaidillah. Datang sebagai peringkat tiga nasional tunggal putra, pebulutangkis yang karib disapa Ubed itu mengatakan ini adalah panggung debutnya di level Super 500, sekaligus pengalaman pertamanya merasakan atmosfer magis Istora Senayan.

Baca Juga: Indonesia Masters: Eng Hian Tegaskan Perak Tidak Cukup, Merah Putih Minimal 1 Gelar

"Ini pertama kalinya saya tampil di Super 500 dan main di Istora. Saya sangat excited untuk memberikan yang terbaik. Harapannya nanti saya ingin menunjukkan permainan sebaik mungkin," ujar Ubed di Istora Senayan, Jakarta, Senin (19/1).

Menanggapi besarnya ekspektasi publik mengingat posisi rankingnya yang menanjak, Ubed mengakui adanya tekanan. Terlebih, ia berpotensi berhadapan dengan lawan-lawan yang jauh lebih senior.

Bukan cuma itu, Ubed juga harus melewati babak kualifikasi sebelum bisa memastikan satu tempat di babak utama Indonesia Masters 2026.

"Kalau dilihat dari usia sekarang, beban pasti ada. Apalagi saya ada juga lawan senior, tapi saya akan berusaha tidak mau kalah. Dari situ saya bisa belajar untuk lebih baik ke depannya," tegasnya.

Ujian Mental dan "Perang Saudara" di Ganda Putra Indonesia Masters

Nada serupa juga datang dari pebulutangkis spesialis ganda putra, Nikolaus Joaquin. Baginya, bermain di Istora adalah salah satu daftar keinginan (wishlist) yang akhirnya terwujud.

"Jujur senang banget, ini salah satu wishlist saya. Rasanya ingin cepat-cepat main, sudah tidak sabar," kata Joaquin.

Baca Juga: Digelar Mulai Besok, Indonesia Masters Siapkan Pencahayaan Istora Lebih Baik

Namun, kegembiraan itu dibarengi dengan tantangan besar dari hasil undian (drawing). Ia cukup terkejut melihat penempatan empat pasangan ganda putra Indonesia yang semuanya menumpuk di pul bawah.

Kondisi ini memperbesar peluang terjadinya "perang saudara" lebih awal. Joaquin memprediksi dirinya bisa bertemu pasangan senior seperti Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri atau Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana di babak perempat final.

Terkait beban target juara, Joaquin yang pernah mengejutkan publik saat menjuarai Australia Terbuka 2025 dengan menumbangkan Fajar/Fikri, memilih fokus untuk menjaga pola pikir (mindset).

"Beban dan pressure pasti ada, cuma bagaimana kita mengatasinya saja. Lebih ke mindset. Kami sebelumnya juara di Australia Terbuka 2025, tapi setelah itu kita lupakan hasil tersebut. Kami ingin start lagi dari bawah, dari nol lagi," kata Joaquin.

Dukungan publik tuan rumah diharapkan mampu mengubah beban tersebut menjadi energi positif bagi para pemain muda ini saat memulai perjuangan mereka pada Selasa (20/1) besok.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H