Kejuaraan Dunia Bulutangkis: Gregoria Mariska Siap Tempur Meski Masih Berjuang Pulih Pasca Vertigo
Leo Farhan | 7 Agustus 2025, 20:16 WIB

AKURAT.CO, Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, menyongsong keikutsertaannya di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2025 dengan perasaan campur aduk. Situasi ini tak lain karena ia telah menjalani masa pemulihan dari vertigo.
Peraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024 itu juga mengakui bahwa ia masih harus berjuang dari sisi mental meskipun kondisi fisiknya telah membaik.
"Sebenarnya senang bisa kembali lagi ke turnamen. Apalagi sebelum ke Jepang, aku rasa persiapanku oke, kesehatanku juga oke," ujar Gregoria saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Rabu (6/8).
Baca Juga: Jepang Terbuka: Jonatan Christie dan Gregoria Mariska Langsung Tersingkir di Putaran Pertama
Namun, comeback ke turnamen tidak semudah yang ia bayangkan. Gregoria merasa ketegangan mental justru lebih sulit dikendalikan daripada aspek teknis permainan.
"Saya pikir hawa pertandingannya bakal bisa saya kendalikan, tapi ternyata malah sebaliknya. Tegangnya luar biasa. Saya enggak bisa kontrol rasa gugup, enggak bisa keluarin permainan terbaik. Mungkin karena terlalu menargetkan diri," katanya.
Performa Gregoria di Jepang dan China memang belum optimal. Ia mengakui hasil tersebut cukup mengecewakan, namun menjadi pelajaran penting jelang turnamen besar berikutnya.
"Waktu di Jepang itu kayak mengacaukan segalanya. Tapi saya tetap bersyukur bisa tanding lagi dan punya waktu persiapan yang bagus sekarang buat Kejuaraan Dunia," katanya menambahkan.
Menghadapi Kejuaraan Dunia 2025, Gregoria berharap bisa tampil lebih siap, baik secara mental maupun fisik. Ia menekankan pentingnya berdamai dengan ekspektasi pribadi dan fokus pada hal-hal yang bisa ia kendalikan.
Baca Juga: Kejuaraan Dunia Bulutangkis: PBSI Rilis Skuad Resmi, Andalkan Jonatan Christie dan Anthony Ginting
"Bukan berarti saya ngerem ekspektasi, tapi lebih ke tetap punya motivasi dan target tanpa menekan diri sendiri. Yang penting saya sehat. Saya akan usaha lebih dari biasanya. Apalagi ini adalah turnamen yang saya tunggu-tunggu," ungkap atlet berusia 25 tahun itu.
Gregoria juga mengisahkan perjuangan beratnya selama masa pemulihan dari sakit vertigo. Ia bahkan sempat merasa kehilangan arah karena kondisi kesehatannya yang tak menentu.
"Waktu itu saya bahkan merasa dunia saya berubah. Dari atlet yang aktif banget jadi enggak bisa ngapa-ngapain. Naik mobil bisa kambuh, stress banget. Untuk hidup sebagai orang normal saja susah, apalagi sebagai atlet," kenangnya.
Kini, ia mencoba untuk menerima keadaan dan bangkit perlahan. Fokus Gregoria adalah menjaga keseimbangan antara motivasi bertanding dan kestabilan emosi.
"Saya ingin berdamai sama kondisi saya. Yang saya bisa kontrol sekarang ya kayak stress, pola pikir. Karena ternyata itu juga pengaruh ke performa. Semoga di Kejuaraan Dunia nanti semuanya bisa lebih baik," tutupnya.
Gregoria akan menjadi salah satu harapan Indonesia di sektor tunggal putri untuk bisa berbicara banyak di Kejuaraan Dunia 2025 yang akan digelar akhir Agustus mendatang di Paris, Prancis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









