Akurat

Juara di China Terbuka, Ini Komentar Fikri Soal Dampak Herry IP terhadap Aaron Chia/Soh Wooi Yik

Leo Farhan | 31 Juli 2025, 18:29 WIB
Juara di China Terbuka, Ini Komentar Fikri Soal Dampak Herry IP terhadap Aaron Chia/Soh Wooi Yik
 
AKURAT.CO, Kemenangan pasangan ganda putra bulutangkis Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, di partai final China Terbuka 2025 mengejutkan banyak pihak.
 
Berstatus sebagai pasangan "dadakan", Fajar/Fikri justru tampil meyakinkan dan sukses menaklukkan unggulan kedua asal Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, melalui dua gim langsung dengan skor 21-15, 21-14.
 
Fikri yang terakhir kali naik podium juara di All England 2022 mengaku tidak menyangka bisa kembali merasakan gelar bergengsi di level Super 1000.
 
 
Ia menyebut chemistry yang terbangun bersama Fajar serta sikap bermain yang lebih santai menjadi kunci kemenangan mereka.
 
"Karena kita ini pasangan dadakan, jadi memang dari awal kita main lebih enjoy. Pressure-nya juga enggak sebesar kalau bareng pasangan masing-masing,"
 
"Karena ekspektasi orang juga enggak terlalu tinggi, jadi kami coba manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin," kata Fikri di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Kamis (31/7).
 
Menariknya, kemenangan ini diraih atas pasangan Malaysia yang kini dilatih oleh mantan pelatih ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi aka Herry IP. Fikri mengakui bahwa kehadiran "Koh Herry" membuat permainan Aaron/Soh semakin lengkap.
 
"Mereka dari dulu memang sudah kuat di defense. Tapi dengan Koh Herry, teknik pukulan dan permainan halus khas Indonesia jadi makin nambah. Jadi mereka sekarang lebih komplet. Cuma ya kemarin, kita lebih menguasai saja," kata Fikri.
 
Soal target juara di China Terbuka 2025, Fikri menyebut tak ada instruksi spesifik dari pelatih untuk mengejar gelar juara. Namun, baik ia maupun Fajar memiliki ambisi pribadi yang cukup besar.
 
 
"Pelatih sih cuma bilang main yang baik, kasih yang terbaik. Tapi kami berdua punya target sendiri. Walaupun awalnya dari hasil Jepang yang kalah di delapan besar, tapi itu bikin kami makin yakin. Kami tahu kami bisa," kata Fikri.
 
Dalam perjalanan menuju podium juara, Fajar/Fikri juga sempat menumbangkan sejumlah pasangan unggulan. Namun, Fikri menilai persaingan di sektor ganda putra saat ini sudah sangat ketat dan nyaris merata.
 
"Sekarang sih unggulan atau bukan rasanya udah enggak terlalu beda jauh ya. Kualitasnya mirip-mirip, beda tipis saja," jelasnya.
 
Terkait kemungkinan melanjutkan kerja sama sebagai pasangan tetap, Fikri memilih tak berkomentar banyak. Ia menyerahkan semua keputusan kepada pelatih dan pengurus PBSI.
 
"Kalau itu saya enggak bisa jawab. Karena banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Sebagai atlet, saya hanya siap menjalankan apa pun keputusan dari pelatih dan pengurus. Saya selalu siap kalau memang dibutuhkan," tegasnya.
 
Gelar ini tak hanya menambah kepercayaan diri Fikri secara pribadi, tapi juga menjadi penegas bahwa sektor ganda putra Indonesia masih punya banyak potensi, bahkan dari formasi yang tidak terduga.
 
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H