Taufik Hidayat: Evaluasi Pelatnas PBSI Baru Separuh, Detailnya Besok!
Leo Farhan | 25 Juni 2025, 19:48 WIB

AKURAT.CO, Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) sebelumnya telah melakukan evaluasi terhadap para pemain penghuni Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas).
Wakil Ketua Umum I PP PBSI, Taufik Hidayat, mengatakan evaluasi pemain Pelatnas tersebut baru berjalan separuh. Selain itu, laporan dari pelatih juga belum sepenuhnya lengkap.
"Jadi besoklah jam sepuluh untuk detailnya, dan kita kan enggak evaluasi cuma buat atlet, tapi buat pelatih juga, buat pelatih teknik dan fisik," kata Taufik Hidayat di Altitude Grill, MH Thamrin, Jakarta, Rabu (25/6).
Baca Juga: Eng Hian: Atlet Pelatnas PBSI Harus Ubah Pola Pikir, Ikut Turnamen Jangan Hanya Cari Peringkat
Peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 itu juga meminta para pemain di Pelatnas PBSI mulai merubah pola pikir mereka untuk tidak mengejar peringkat, namun mengejar prestasi.
Taufik Hidayat yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga menilai bahwa peringkat akan mengikuti kalau para pebulutangkis mendapatkan hasil bagus di setiap pertandingan.
"Yang dibutuhkan masyarakat itu juara satu, sudah gitu aja. Mau ranking berapa pun enggak ngaruh. Saya harap juga pelatih tahu, pemainnya juga paham," jelas Taufik.
Baca Juga: Atlet Pelatnas PBSI Minim Prestasi 6 Bulan Pertama, Pelatih Belum Dapatkan Program yang Tepat
"Buat atlet itu prestasi dulu, baru yang lain bakal ngikutin, sponsor, hadiah, apa semua ngikutin. Kalau enggak ada prestasi, siapa yang mau sponsorin. Jadi harus dirubah mindset-nya mereka."
Taufik juga mengomentari masalah perombakan di beberapa sektor yang baru-baru ini dilakukan. Kalaupun ada perombakan, katanya, maksimal dilakukan akhir tahun ini.
"Double, kalau enggak mix double itu (perombakan) akhir tahun ini maksimal, kalau memang mau di-switch," kata Taufik.
"Karena kan sudah 2026, mereka persiapan, abis itu poin Olympic, apa semua sudah enggak bisa. Karena untuk ngejar ranking lagi kan susah lagi, berarti kan dari nol lagi."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









