Indonesia International Challenge: Tuan Rumah Sisakan Mutiara Ayu di Semifinal Tunggal Putri

AKURAT.CO, Mutiara Ayu Puspitasari menjadi satu-satunya wakil tuan rumah di babak semifinal sektor tunggal putri gelaran Indonesia International Challenge 2024.
Tiket empat besar Indonesia International Challenge didapatkan Mutiara Ayu Puspitasari usai mengandaskan sang kompatriot, Bilqis Prasista.
Mutiara Ayu Puspitasari menang dengan skor ketat 16-21, 21-18, dan 21-14 pada laga perempat final Indonesia International Challenge di Jatim Expo, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (25/10).
Baca Juga: Indonesia International Challenge: Mutiara Ayu Lolos, Tunggal Putri Berpeluang Tambah 5 Wakil
Walau sempat kesulitan beradaptasi lantaran faktor arena pertandingan yang banyak hembusan angin, namun Mutiara tampil lebih tenang untuk mengamankan laga dalam durasi 65 menit itu.
"Adanya faktor tersebut membuat saya sulit untuk menerapkan strategi yang saya inginkan dan akhirnya tertinggal (pada set pertama)," kata Mutiara usai laga melalui keterangan resminya.
"Dengan adanya motivasi dari pelatih membuat saya terus termotivasi untuk bisa meraih kemenangan dan akhirnya melangkah ke semifinal."
Walau menghadapi rekan senegara di babak perempat final, Mutiara tetap termotivasi untuk bisa memberikan yang terbaik. Juara Kejuaraan Bulutangkis Asia Junior 2023 itu bertekad meraih hasil maksimal.
"Saat ini saya sedang berproses ke arah yang lebih baik dan ke depannya saya ingin meraih kemenangan di semifinal dan melangkah ke partai puncak," ujar juara Indonesia International Series 2022 tersebut.
Baca Juga: Indonesia International Challenge: Langsung Tampil 'In', Bismo Mulus Amankan Putaran Kedua
Di babak selanjutnya Mutiara akan menantang unggulan tiga asal wakil Malaysia, Karupathevan Letshanaa, yang lolos usai menyingkirkan wakil Hong Kong, Saloni Samirbhai Mehta, dengan skor 21-11, 19-21, dan 21-12.
Sayang, hasil positif yang mampu diraih Mutiara gagal diikuti oleh koleganya, Kyla Legiana Agatha, yang disingkirkan pebulutangkis kualifikasi asal Thailand, Yataweemin Ketklieng, dengan straight set (12-21, 17-21).
Menyerah dua gim langsung, Kyla mengaku tidak bisa melancarkan serangan dengan pola permainan yang diinginkan setelah lawan mampu membaca strateginya.
"Sejak awal saya penasaran, sehingga banyak tertinggal di laga ini. Saya banyak belajar dengan harus lebih sabar dalam menerapkan pola yang saya inginkan," kata Kyla.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









