Akurat

Ricky Soebagdja Akui Tim Ad Hoc Olimpiade Paris Berpengaruh di Kejayaan All England

Leo Farhan | 20 Maret 2024, 04:05 WIB
Ricky Soebagdja Akui Tim Ad Hoc Olimpiade Paris Berpengaruh di Kejayaan All England
 

AKURAT.CO, Sinergitas Tim Ad Hoc PBSI untuk Olimpiade 2024 Paris dengan para atlet Pelatnas Cipayung tampaknya berjalan dengan sangat baik.

Hal itu dibuktikan dengan dua medali emas dan satu medali perak di ajang BWF World Tour Super 1000 All England 2024.

Nomor tunggal putra menciptakan sejarah setelah 30 tahun lebih akhirnya kembali bisa menyajikan laga all Indonesian final pada ajang bulutangkis tertua di dunia itu.
 
Baca Juga: Sukses di All England dan Orleans Masters, Ini PR PBSI untuk Olimpiade Paris

Laga final tunggal putra All England mempertemukan Jonatan Christie dengan Anthony Sinisuka Ginting. Jojo-sapaan Jonatan-keluar sebagai juara dengan kemenangan straight set (21-15 dan 21-14) atas Anthony Ginting.

Sedangkan satu gelar juara lainnya diraih duet ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto usai menyingkirkan juara dunia asal Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, dengan skor 21-16 dan 21-16.

Hasil positif ini juga disebut sebagai sinergi positif antara Tim Ad Hoc yang baru terbentuk Januari lalu dengan tim internal PBSI dan juga para atlet.
 
Baca Juga: All England: Aaron Chia/Soh Wooi Yik Ditundukkan Fajar/Rian, Ini Analisa Rexy Mainaky

"Peran Tim Ad Hoc juga sangat penting," kata Kabid Binpres PBSI, Ricky Soebagdja, dalam keterangan resminya, Senin (18/3).

"Kerjasama dan keterbukaan ini membuat kinerja lebih mudah, sehingga para atlet dapat fokus dalam berlatih dan bertanding.

"Tim Ad Hoc dengan rutin dan teliti me-monitoring dan memetakan permasalahan-permasalahan yang ada. Lalu bersama-sama berdiskusi melakukan perbaikan."

Tidak mudah memang dengan waktu yang singkat menuju Olimpiade 2024 Paris yang berlangsung Juli sampai Agustus mendatang.

Ricky juga meminta pasukan Cipayung menjaga tren positif ini untuk bisa mendapatkan peak performance di ajang olahraga multievent empat tahunan tersebut.

"Komitmen dan fokus terhadap sisa waktu sampai dengan Kejuaraan Asia. Setelah itu berebut seeded (unggulan) dan sampai pada puncaknya di Paris nanti," jelas Ricky.

"Semoga prestasi di dua sektor ini bisa dipertahankan, tunggal putra, dan ganda putra. Dan memantik motivasi untuk sektor lainnya agar bisa lebih baik lagi."

Sebagai informasi, saat ini tiap-tiap sektor di Pelatnas PBSI memiliki mentor-mentor yang diperbantukan untuk mendapatkan hasil positif di Olimpiade 2024 Paris.

Mentor untuk tunggal putra adalah Taufik Hidayat, mentor tunggal putri adalah Susy Susanti, mentor ganda putra adalah Candra Wijaya, mentor ganda putri adalah Greysia Polii, dan mentor di ganda campuran adalah Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H