Akurat Logo

Asian Games: Diterpa Badai Akomodasi Hingga Transportasi di Jepang, Skuad Merah Putih 'Survival Mode'

Dian Eko Prasetio | 18 September 2026, 16:17 WIB
Asian Games: Diterpa Badai Akomodasi Hingga Transportasi di Jepang, Skuad Merah Putih 'Survival Mode'
Sejumlah atlet dan ofisial Indonesia mengikuti acara Pengukuhan Tim Indonesia untuk Asian Games 2026 di Wisma Serba Guna Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (9/9/2026). ANTARA FOTO/Fauzan.

AKURAT.CO, Kontingen Indonesia dipaksa langsung berhadapan dengan gelombang tantangan operasional pada fase awal kedatangan di Jepang jelang pembukaan resmi Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.

Situasi penuh tekanan tersebut menuntut tim Chef de Mission (CdM) beserta seluruh elemen kontingen berada dalam kondisi "survival mode" guna memastikan fokus dan psikologis para atlet tidak terganggu saat bertanding di Asian Games kali ini.

CdM Tim Indonesia, Todotua Pasaribu, menegaskan bahwa berbagai persoalan nonteknis yang muncul di lapangan merupakan bagian dari proses adaptasi yang harus dihadapi dan diselesaikan bersama secara responsif.

"Walaupun situasinya sangat challenging, secara keseluruhan saya melihat semua tim, dan saya pribadi percaya kita semua bisa menyelesaikannya," kata Todotua Pasaribu, Jumat (18/9/2026).

Baca Juga: Asian Games: Jajal Lapangan Laga, Skuad Bulutangkis Indonesia Mulai Adaptasi Angin dan Cahaya

"Dalam survival mode, kita perlu melakukan penyesuaian. Kurang lebih seminggu untuk beradaptasi, dan ini baru awal. Kita masih memiliki kurang lebih 17 hari ke depan."

Negara Lain Juga Mengeluh, CdM Dorong Penetrasi Cepat di Asian Games

Dinamika dan kendala operasional yang terjadi ternyata tak hanya membelit skuad Garuda. Sejumlah kontingen dari negara peserta lain turut melayangkan keluhan serupa yang umumnya berkutat pada urusan akomodasi, pembagian kamar, armada transportasi, hingga aksesibilitas menuju venue pertandingan.

Melihat situasi tersebut, Todotua menekankan pentingnya respons cepat dan koordinasi intensif dari jajaran CdM untuk mengurai tiap hambatan yang berpotensi merugikan atlet.

"Situasi ini memang dihadapi semuanya. Tetapi yang bisa kita pastikan adalah kita bisa melakukan penetrasi dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada. Itu yang paling penting," tuturnya.

Di tengah carut-marutnya pelayanan operasional dari panitia lokal, Todotua memastikan keselamatan serta kesiapan fisik dan mental atlet tetap berada di hierarki tertinggi.

Tim CdM berkomitmen penuh untuk memenuhi segala kebutuhan kontingen selama di Negeri Sakura.

"Makanya, kesiapan tim dari awal, semuanya yang kita utamakan adalah atlet. Jangan sampai situasi ini mengurangi semangat kita terhadap tujuan utama kita datang ke sini," pungkas Todotua.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.