Tim Para Balap Sepeda Indonesia Bersinar di Thailand, Bawa Pulang 6 Medali dengan 2 Emas
Leo Farhan | 5 Agustus 2025, 19:31 WIB

AKURAT.CO, Tim para balap sepeda Indonesia mencatat hasil gemilang dengan membawa pulang enam medali dari sektor women blind (WB) dalam ajang Champion Solutions Para Cycling Cup 2025 yang digelar di Chiang Mai, Thailand, pada 2–4 Agustus 2025.
Dua atlet yang tampil di nomor WB, Vanza Miftahul Jannah dan Zulaika, menunjukkan performa menjanjikan bersama pilot masing-masing, Imelda Tabita Deswari Putri dan Nadia Septiani.
Pasangan Vanza/Imelda berhasil menyabet dua medali emas dari nomor track 1 km time trial WB dan 4 km individual pursuit (IP) WB, serta satu medali perak dari nomor road individual time trial (ITT) WB.
Baca Juga: WAG 2023: Tambah 3 Medali, Tim Para Balap Sepeda Indonesia Sudah Kumpulkan 6 Emas di Thailand
Di dua nomor track tersebut, mereka sukses mengalahkan andalan tuan rumah Thailand, Aitsaraphon Khwaengmueang/Thanaya Jaichuang.
Sementara itu, pasangan Zulaika/Nadia juga tampil kompetitif dengan raihan satu perak dari 1 km time trial WB serta dua medali perunggu dari nomor IP 4 km WB dan road ITT WB.
Pelatih tim para balap sepeda Indonesia, Fadilah Umar, menyambut positif pencapaian para atlet muda ini. Keduanya merupakan hasil penjaringan dari Peparnas XVII Solo 2024.
"Hasil di Thailand ini sesuai dengan target kami. Ini bukan hanya ajang evaluasi latihan, tapi juga memberi pengalaman bertanding di level internasional bagi atlet baru," ujar Fadilah, Senin (4/8).
Keikutsertaan dalam kejuaraan ini juga menjadi langkah penting menuju proses klasifikasi internasional.
Baca Juga: Asian Para Games: Sri Sugiyanti Tambah Satu Emas, Sejarah Baru Bagi Para Balap Sepeda Indonesia
Event di Thailand sendiri masuk dalam kalender resmi Union Cycliste Internationale (UCI) kategori C2, yang menjadi salah satu syarat bagi atlet untuk mengumpulkan poin menuju event bergengsi.
"Untuk kategori C2, peraih emas mendapat 15 poin. Poin ini penting agar atlet bisa tampil di ajang dengan level lebih tinggi seperti Asian Para Games atau Paralimpiade," tambahnya.
Dengan usia yang masih sangat muda, Vanza dan Zulaika kini diproyeksikan sebagai bagian dari program jangka panjang pembinaan prestasi.
Namun, dalam waktu dekat, mereka juga tengah dipersiapkan menuju ASEAN Para Games 2025 yang akan kembali digelar di Thailand pada awal tahun depan.
"Level persaingan di Asia Tenggara cukup ketat, tapi kami optimistis keduanya bisa bersaing dan menjadi andalan Indonesia," tutup Fadilah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









