Akurat

Rifda Irfanaluthfi, Pensiun Setelah Membuka Mata Senam Dunia untuk Indonesia

Badri | 14 April 2025, 16:54 WIB
Rifda Irfanaluthfi, Pensiun Setelah Membuka Mata Senam Dunia untuk Indonesia

AKURAT.CO, Waktunya sudah sampai. Pesenam terbaik yang pernah dimiliki Indonesia, Rifda Irfanaluthfi, akhirnya memutuskan pensiun dari cabang olahraga yang sudah digelutinya sejak kelas satu sekolah dasar.

Kabar tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Gimnastik Indonesia, Ita Yuliati, di Gedung Kemenpora, Jakarta, Senin (14/4). Disampaikan justru ketika Indonesia sedang bersiap menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Senam Artistik pada tahun ini.

“Rifda pensiun. Dia sudah resmi pensiun,” kata Ita.

Keputusan Rifa Ifranaluthfi untuk pensiun pasca lebaran jelas menimbulkan pertanyaan soal siapakah yang akan menjadi jagoan Indonesia saat menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia yang bakal digelar di Jakarta, 19-25 Oktober mendatang.

Perlu diingat, atlet kelahiran Jakarta, 16 Oktober 1999, ini adalah ikon yang jelas membuat dunia internasional melihat Indonesia sebagai negara besar yang punya potensi untuk menjadi “pasar baru” olahraga senam dunia.

Baca Juga: Rifda Irfanaluthfi Resmi Pensiun, Gimnastik Indonesia Sudah Siapkan Penerus Estafet

Pada saat yang sama, sejalan senam artistik terhitung bukan olahraga yang umum di Indonesia, belum ada pengganti Rifda yang benar-benar “clear” meski federasi sudah menyiapkan sejumlah nama.

“Spesifiknya sekarang ada tiga. Ada Salsabilla Hadi Pamungkas, Ameera Rahmajanni Hariadi, dan Alarice Mallica Vilobianne, tetapi ini masih (butuh) perjuang panjang," kata Ita Yuliati menyebut beberapa nama calon penerus Rifda.

Tak ayal, selepas Rifda Irfanaluthfi pensiun, Gimnastik Indonesia yang dulu dikenal dengan nama Persatuan Senam Seluruh Indonesia (Persani), harus bekerja keras untuk mendapatkan atlet selevel Rifda.

Mengapa Rifda Irfanaluthfi Istimewa?

Diketahui memulai dunia senam sejak usia dini, Rifda Irfanaluthfi menjalani debut profesionalnya di usia 15 tahun di Piala Dunia Senam di Doha, Qatar, 25 Maret 2025.

Tiga bulan kemudian, Rifda mulai merambah ke persaingan Asia Tenggara dengan turun di SEA Games Singapura 2025. Debutnya di SEA Games menghasilkan satu perak nomor senam lantai.

Dua tahun kemudian ia kembali mewakili Indonesia di SEA Games Kuala Lumpur 2017. Di sana, Rifda bersaing dengan perwakilan tuan rumah yang sukses di SEA Games sebelumnya dengan meraih tiga emas.

Malaysia sendiri ketika itu diperkuat oleh pesenam ikonik mereka, Farah Ann Abdulhadi, bersama Tan Ing Yueh dan Tracie Ang.

Baca Juga: Olimpiade Paris: Tempuh Jalan Berliku, Rifda Irfanaluthfi Kini Sah Berstatus Olimpian

Dengan dukungan suporternya, Malaysia kala itu kembali menjadi juara umum di sektor putri dengan meraih tiga emas dan dua perak.

Pun begitu, di tengah tekanan suporter tuan rumah, Rifda muncul seakan sebagai “anak nakal dari negara seberang” yang tak membiarkan seluruh perhatian hanya tertuju pada kontingen Malaysia saja.

Alhasil, Rifda mencuri satu emas di nomor balok keseimbangan mengalahkan Tan Ing Yueh yang diawali dengan drama protes dari ofisial Indonesia.

Tak lain karena semula Rifda dinyatakan meraih perak namun ofisial Indonesia menganggap atlet mereka lebih layak meraih emas dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi ketimbang Tan Ing Yueh yang merupakan wakil Malaysia.

Juri kemudian memberikan emas untuk Rifda sekaligus memberikan peluang satu-satunya lagu Indonesia Raya dikumandangkan di gelanggang senam di Kuala Lumpur kala itu.

Di belakang emas itu, Rifda meraih medali di semua nomor tersisa. Yakni perunggu di nomor beregu, perak di meja lompat, perunggung di palang bertingkat, dan perunggu di kategori lantai.

“Rifda memang dia bintang lah di SEA Games kali ini,” kata salah satu pelatih Tim Senam Malaysia, Ng Shu Wai, seraya melihat kegembiraan Kontingen Indonesia.

Dari momen itu, perjalanan Rifda semakin meningkat. Setahun kemudian ia mempersembahkan perak senam lantai ketika Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games.

Diikuti satu emas tiga perak di SEA Games Filipina 2019 dan dua emas di SEA Games Vietnam 2021. Adapun di SEA Games Kamboja 2023 Rifda tidak tampil karena senam artistik tak dipertandingkan.

Sejarah Baru dan Antiklimaks Olimpiade Paris

Cedera melanda untuk kali pertama pada 2020 di mana Rifda Irfanaluthfi mengalami retak di tulang tibia kirinya. Pada 2022 ia turun di Kejuaraan Asia dan menempati peringkat kesepuluh kategori all around.

Tiket Olimpiade Paris jatuh ke tangan Rifda setelah ia menempati peringkat ke-15 kategori all around Kejuaraan Dunia Senam 2023 di Antwerp, Belgia.

Baca Juga: Sejarah, Rifda Irfanaluthfi Pesenam Pertama Indonesia Lolos Olimpiade

Sedianya, hanya atlet berperingkat 14 besar yang layak ke Olimpiade Paris. Namun karena tim Prancis lolos otomatis sebagai tuan rumah, maka satu tempat tersisa diberikan kepada Rifda.

Kabar ini menjadi sejarah baru karena untuk kali pertama Indonesia punya wakil di cabang senam artistik olimpiade. Rifda adalah olimpian pertama Indonesia di cabang senam.

Namun begitu, setahun menuju Olimpiade Paris, cedera kembali menghampiri Rifda. Sempat berlatih di Belanda sebelum berangkat ke Olimpiade, Rifda berkutat dengan masalah lutut.

Bertanding di Bercy Arena, Paris, Prancis, 28 Juli 2024, Rifda hanya tampil di nomor palang bertingkat dengan pertunjukan yang boleh dibilang “seadanya”.

Apa boleh buat? Lututnya tak mengizinkan namun eksistensi pertama Indonesia di cabang senam olimpiade harus ditunaikan. Dan Rifda menempati peringkat ke-80 kategori palang bertingkat Olimpiade Paris.

“Saya berharap bisa tampil di empat alat, tapi cedera lagi, dari nol lagi, bisa tiga alat cedera lagi, sampai tampil di palang bertingkat saja tadi,” kata Rifda usai bertanding.

Setahun hampir pula sejak Olimpiade Paris. Dan pesta olahraga terakbar dunia edisi ke-33 itu menjadi kompetisi terakhir yang diikuti Rifda.

Rifda membuat mata senam dunia kini terbuka terhadap Indonesia. Terbukti dengan Kejuaraan Dunia Senam yang akan digelar di Arena Indonesia, Jakarta, enam bulan dari sekarang.

Terimakasih Rifda!

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
Reporter
Badri
H