Indian Wells: Lewati Putaran Pertama, Carlos Alcaraz Samai Capaian Rafael Nadal

AKURAT.CO, Carlos Alcaraz mengawali usahanya mempertahankan gelar Indian Wells dengan gemilang usai mengandaskan perlawanan petenis asal Prancis, Quentin Halys.
Bertanding di Indian Wells Tennis Garden, California, Amerika Serikat, Minggu (9/3) malam WIB, Carlos Alcaraz lolos ke babak kedua usai meraih kemenangan straight set dengan skor 6-4 dan 6-2.
"Saya merasa (bermain) seperti di rumah sendiri. Merasa sangat tenang di lapangan. Itu penting untuk menampikan permainan tenis yang bagus," kata Carlos Alcaraz usai meraih 13 kemenangan beruntun di Indian Wells.
Baca Juga: Juara Paris Masters, Alexander Zverev Bakal Geser Carlos Alcaraz untuk Ranking Dua Dunia
"Saya benar-benar gugup, tidak mudah untuk mengendalikan emosi. Saya harus fokus untuk menenangkan diri, mengendalikan rasa gugup, dan mencoba bermain tenis dengan baik."
Walau memenangi dua edisi terakhir di Indian Wells, petenis asal Spanyol itu sempat mengungkapkan keterkejutannya dengan permukaan baru yang telah disiapkan untuk edisi tahun ini.
Di sisi lain, dengan tersingkirnya unggulan teratas, Alexander Zverev, di laga pembuka, peluang Alcaraz untuk mempertahankan gelar di California semakin terbuka lebar.
Bukan cuma itu, kemenangan atas Halys sekaligus memastikan Alcaraz mencatat kemenangannya yang ke-30 dalam turnamen 'Sunshine Double' yang digelar di Indian Wells dan Miami.
Pada usia 21 tahun dan 309 hari, Alaraz mampu menjadi pemain termuda kedua yang mampu mengklaim 30 kemenangan pertandingan tunggal di Indian Wells dan Miami.
Baca Juga: Indian Wells: Aldila Sutjiadi Terhenti di 16 Besar, Langsung Bersiap untuk Miami Terbuka
Hanya Rafael Nadal yang mampu menyamai catatan tersebut pada saat itu ketika usianya masih 21 tahun dan 304 hari.
Alcaraz terus mencetak rekor, dan gelar Indian Wells 2025 akan semakin mendekatkannya ke peringkat dua dunia yang saat ini dipegang oleh Zverev.
Selain Zverev, unggulan lainnya yang harus tersingkir di laga pembuka adalah pemilih gelar grand slam tunggal terbanyak, Novak Djokovic.
Petenis asal Serbia itu kalah wari petenis Belanda, Botic van de Zandzchulp, lewat pertarungan sengit 2-6, 6-3, dan 1-6. Penampilan Djokovic jauh di bawah permainan standarnya.
"Saya menyesali level (permainan) tenis saya, mengingat latihan yang saya lewati akhir-akhir ini," kata Djokovic sebagaimana dikutip dari Sportsration.
"Hal-hal berbeda bagi saya dalam beberapa tahun terakhir. Saya berjuang untuk bermian di level yang saya inginkan."
Selain Zverev dan Djokovic, petenis unggulan lainnya yang sudah harus tersingkir di putaran pertama adalah Andrey Rublev yang takluk dua set langsung (4-6, 5-7) dari petenis Italia, Matteo Arnaldi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









