Pengertian Iman kepada Kitab Allah SWT: Makna, Dalil, Hikmah, dan Penjelasan Lengkap

AKURAT.CO Iman kepada kitab-kitab Allah SWT adalah bagian penting dalam akidah seorang muslim. Keyakinan ini tidak hanya menuntut pengakuan secara lisan dan hati, tetapi juga mengharuskan seorang hamba untuk menjadikan kitab suci sebagai pedoman hidup. Dalam ajaran Islam, iman kepada kitab Allah merupakan rukun iman yang ketiga, sehingga kedudukannya sangat fundamental dalam membentuk akhlak, perilaku, dan cara hidup seorang mukmin.
Kitab-kitab Allah diturunkan pada masa yang berbeda dan kepada rasul yang berbeda pula. Masing-masing kitab berfungsi memberikan petunjuk sesuai kebutuhan umat pada zamannya, namun seluruhnya memiliki inti ajaran sama: mentauhidkan Allah SWT dan mengajarkan jalan hidup yang benar.
Pengertian Iman kepada Kitab Allah SWT
Iman kepada kitab Allah SWT berarti meyakini sepenuh hati bahwa Allah telah menurunkan wahyu kepada nabi dan rasul-Nya sebagai petunjuk hidup manusia. Keyakinan ini meliputi pengakuan bahwa seluruh kitab tersebut berasal dari Allah, mengandung kebenaran, dan menjadi pedoman bagi umat manusia agar meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.
Dinas Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat menjelaskan bahwa iman kepada kitab Allah merupakan bentuk keyakinan total terhadap wahyu Allah yang diturunkan sebagai petunjuk bagi seluruh manusia. Sementara itu, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin dalam Syarh Arba’in menegaskan bahwa iman tidak cukup hanya dalam bentuk keyakinan di hati, tetapi juga tercermin dari sikap tunduk, menerima, serta mengamalkan ajaran yang ada dalam kitab tersebut.
Dalam pemahaman lain, Taofik Yusmansyah dalam buku Aqidah Akhlaq menjelaskan empat aspek utama dari iman kepada kitab Allah, yaitu:
-
Meyakini bahwa seluruh kitab Allah benar-benar diturunkan oleh Allah dan memiliki otoritas ilahi.
-
Mengakui nama-nama kitab yang diketahui, seperti Al-Qur’an, Taurat, Injil, dan Zabur, serta meyakini bahwa ada wahyu lain yang tidak disebutkan namanya secara spesifik.
-
Melaksanakan ajaran dan hukum yang terdapat dalam Al-Qur’an sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya.
-
Membenarkan seluruh informasi dan berita yang terdapat dalam kitab suci, khususnya Al-Qur’an, baik yang berkaitan dengan perintah, larangan, sejarah umat terdahulu, hingga kabar tentang masa depan dan akhirat.
Dengan demikian, iman kepada kitab Allah tidak hanya berbicara tentang keyakinan teologis, tetapi juga praktik yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
Dalil tentang Iman kepada Kitab Allah SWT
Al-Qur’an menegaskan kewajiban beriman kepada kitab Allah melalui banyak ayat, di antaranya:
1. QS. Al-Maidah: 16
“Dengan kitab itulah Allah memberi petunjuk kepada orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang itu dari gelap gulita kepada cahaya dengan izin-Nya dan menunjukkan ke jalan yang lurus.”
Ayat ini menggambarkan fungsi utama kitab suci: sebagai cahaya, petunjuk, dan pembimbing yang mengarahkan manusia menuju keselamatan.
2. QS. An-Nisa: 136
“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.”
Ayat ini menjadi dasar bahwa iman kepada kitab-kitab Allah termasuk dalam fondasi utama agama Islam.
3. QS. Ali Imran: 4
“Sebelum (Al Quran), menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al Furqaan. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa).”
Ayat ini menjelaskan bahwa kitab-kitab Allah adalah petunjuk bagi manusia sepanjang zaman.
Kitab-Kitab Allah SWT yang Wajib Diimani
Dalam ajaran Islam, terdapat empat kitab suci yang wajib diimani, masing-masing diturunkan kepada nabi utusan Allah dengan konteks zamannya.
1. Kitab Taurat
Taurat diturunkan kepada Nabi Musa AS sekitar abad ke-12 SM. Kitab ini mengandung hukum-hukum, petunjuk, dan perintah Allah SWT yang ditujukan kepada Bani Israil. Selain menerima Taurat, Nabi Musa AS juga diberikan sepuluh suhuf yang berisi ajaran-ajaran ilahi.
2. Kitab Zabur
Zabur adalah kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Daud AS pada abad ke-10 SM. Kitab ini dipenuhi dengan doa, nyanyian pujian, pengagungan Allah, dan berbagai nasihat moral. Ajarannya berkaitan erat dengan penguatan spiritual dan penyucian hati.
3. Kitab Injil
Injil diturunkan kepada Nabi Isa AS pada abad pertama Masehi. Isinya memuat ajaran tauhid, petunjuk moral, berbagai perumpamaan, serta penguatan nilai kasih sayang. Injil juga membenarkan kitab suci sebelumnya, yaitu Taurat.
4. Al-Qur’an
Al-Qur’an adalah kitab terakhir yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW pada abad ke-6 M. Berbeda dari kitab-kitab sebelumnya, Al-Qur’an dijaga langsung oleh Allah SWT dari perubahan dan penyimpangan. Kitab suci ini turun secara bertahap selama 23 tahun, memuat seluruh panduan hidup manusia, mulai dari akidah, ibadah, akhlak, kisah-kisah para nabi, hingga prinsip-prinsip sosial dan hukum.
Keistimewaan Al-Qur’an terletak pada kesempurnaan bahasanya, kemurniannya, dan relevansinya sepanjang masa. Al-Qur’an menjadi pedoman utama umat manusia hingga akhir zaman.
Hikmah Beriman kepada Kitab Allah SWT
Iman kepada kitab Allah memberikan berbagai hikmah besar bagi kehidupan seorang muslim. Dengan meyakini dan memahami isi kitab suci, seseorang dapat:
-
Menemukan pedoman yang jelas untuk membedakan antara benar dan salah.
-
Terhindar dari perselisihan yang tidak perlu dalam menentukan kebenaran.
-
Mengambil pelajaran dari kisah-kisah umat terdahulu untuk memperbaiki diri.
-
Menyadari besarnya kasih sayang Allah SWT karena Dia memberikan petunjuk agar manusia tidak tersesat di dunia dan akhirat.
Contoh Penerapan Iman kepada Kitab Allah dalam Kehidupan
Iman kepada kitab Allah tidak berhenti pada keyakinan, tetapi harus tampak dalam sikap dan tindakan sehari-hari. Beberapa contohnya adalah:
-
Meyakini bahwa kitab-kitab sebelum Al-Qur’an adalah wahyu Allah, meskipun keasliannya kini tidak lagi terjaga.
-
Menghormati, memuliakan, dan menjaga Al-Qur’an sebagai kitab suci terakhir yang terpelihara keasliannya.
-
Menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam hidup dan tidak menjadikannya sekadar bacaan tanpa pemahaman.
-
Membiasakan membaca Al-Qur’an secara rutin, memahami maknanya, dan menerapkan ajaran-ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
-
Mengamalkan nilai dan hukum yang terkandung dalam Al-Qur’an, baik dalam keadaan lapang maupun sempit.
Kesimpulan
Iman kepada kitab-kitab Allah SWT merupakan prinsip dasar dalam kehidupan seorang mukmin. Keyakinan ini mencakup pengakuan akan keaslian wahyu, penerimaan terhadap ajaran-ajarannya, serta kesediaan untuk menjadikan kitab suci sebagai pedoman hidup. Dengan memahami pengertian, dalil, hikmah, dan contoh penerapannya, seorang muslim dapat memperkuat ketakwaannya dan menjalani hidup sesuai tuntunan Allah SWT.
Artikel ini diharapkan dapat menjadi panduan lengkap, informatif, dan mudah dipahami untuk memperluas wawasan tentang rukun iman yang ketiga dan meningkatkan pemahaman spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Iman kepada Kitab Allah Secara Ijmali: Pengertian, Dalil, dan Makna Lengkap
Baca Juga: Bagaimana Cara Beriman kepada Kitab-Kitab Sebelum AlQuran? Inilah Jawaban Ulama yang Akurat
FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan iman kepada kitab Allah SWT?
Iman kepada kitab Allah SWT berarti meyakini sepenuh hati bahwa kitab-kitab suci yang Allah turunkan kepada para nabi dan rasul merupakan wahyu yang benar, sempurna, dan menjadi pedoman hidup bagi manusia.
2. Mengapa iman kepada kitab Allah menjadi bagian dari rukun iman?
Karena kitab-kitab Allah adalah sumber petunjuk dan wahyu yang memandu manusia menuju kebenaran, sehingga mengimaninya menjadi bagian dari fondasi keyakinan seorang muslim.
3. Apa saja kitab-kitab Allah SWT yang wajib diimani?
Ada empat kitab suci yang wajib diimani, yaitu Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qur’an.
4. Apa keistimewaan Al-Qur’an dibandingkan kitab-kitab lainnya?
Al-Qur’an adalah kitab terakhir dan penyempurna wahyu sebelumnya. Isinya terpelihara, dijaga kemurniannya oleh Allah SWT, dan berlaku untuk seluruh umat manusia hingga akhir zaman.
5. Apakah umat Islam harus berpedoman pada kitab-kitab sebelum Al-Qur’an?
Tidak. Umat Islam hanya diwajibkan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama, sedangkan iman pada kitab sebelumnya merupakan bentuk keyakinan bahwa kitab tersebut benar-benar berasal dari Allah.
6. Mengapa kitab sebelumnya tidak lagi dijadikan pedoman?
Karena kitab-kitab sebelum Al-Qur’an telah mengalami perubahan oleh manusia dan tidak lagi murni seperti saat diturunkan.
7. Apa dalil yang memerintahkan beriman kepada kitab-kitab Allah?
Salah satunya terdapat dalam Q.S. An-Nisa ayat 136 yang berbunyi:
"Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah... (hingga akhir ayat)."
8. Apa hikmah beriman kepada kitab-kitab Allah SWT?
Di antaranya: mendapatkan petunjuk hidup, memahami sejarah umat terdahulu, mengetahui kasih sayang Allah kepada hamba-Nya, serta membedakan antara yang benar dan salah.
9. Bagaimana contoh pengamalan iman kepada kitab Allah dalam kehidupan sehari-hari?
Membaca Al-Qur’an secara rutin, berusaha memahami maknanya, menjadikan ajarannya sebagai pedoman hidup, serta menjaga kemuliaan dan kesuciannya.
10. Apakah kita wajib membenarkan isi kitab-kitab sebelumnya?
Kita wajib mengimani bahwa kitab-kitab itu berasal dari Allah, tetapi hanya membenarkan isi yang tidak bertentangan dengan Al-Qur’an karena Al-Qur’an menjadi standar kebenaran terakhir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








