Inilah Makna Kuping Berdenging dalam Islam, Pertanda Buruk atau Baik?

AKURAT.CO Banyak orang, termasuk umat muslim, sering menganggap bahwa kuping berdenging adalah suatu pertanda, dan keyakinan ini telah ada sejak zaman Rasulullah SAW.
Sejak dulu, kuping berdenging dianggap sebagai isyarat yang dapat mencerminkan kondisi seseorang.
Namun, apakah benar bahwa kuping berdenging memiliki makna atau hukum tertentu dalam Islam?
Makna kuping berdenging menurut Islam
Pada dasarnya suara "nging" di telinga tidak memiliki hubungan langsung dengan pertanda buruk.
Namun, jika dilihat dari perspektif Islam, kuping berdenging dapat diartikan sebagai peringatan untuk lebih mengenang Rasulullah SAW.
Pembahansan terkait telinga berdenging juga menjadi topik pembahasan dalam Muktamar Nahdlatul Ulama ke-11 di Banjarmasin, pada 19 Rabiul Awwal 1355 H/9 Juni 1936.
Dalam pertemuan tersebut, disampaikan bahwa kondisi telinga berdenging diartikan sebagai tanda bahwa Rasulullah SAW saat itu menyebutkan orang tersebut dalam majelis yang paling tinggi (al-mala` al-a'la).
Tujuannya adalah agar orang tersebut tetap mengingat dan mendoakan beliau dengan bersholawat.
Penjelasan ini merujuk pada kitab as-Siraj al-Munir, yang mengutip pendapat Abdurrauf al-Munawi yang disampaikan oleh 'Ali al-'Azizi.
Makna kuping berdenging juga disebutkan dalam suatu hadis, Rasulullah SAW pernah menyatakan:
إِذَا طَنَّتْ أُذُنُ أَحَدِكُمْ فَلْيَذْكُرْنِي وَلْيُصَلِّي عَلَيَّ وَلْيَقُلْ ذَكَرَ اللَّهُ مَنْ ذَكَرَنِي بِخَيْرٍ - رواه الحكيم وابن السني، الطبراني وابن عدي وابن عساكر
Artinya: "Jika telinga salah seorang di antara kalian berdengung, maka hendaknya dia mengingatku (Rasulullah SAW), membaca selawat (sholawat) kepadaku, dan mengucapakan: dzakarallahu man dzakarani bi khairin." (H.R. al-Hakim, Ibn as-Sinni, at-Thabarani).
Terkait sabda tersebut, Az-Zaila'i menjelaskan bahwa makna dalam hadis tersebut bukan hanya sekadar mengenang Rasulullah SAW, tetapi juga mengajarkan agar selalu bersholawat kepada beliau.
Dengan demikian, ketika mengalami kuping berdenging, Rasulullah SAW memberikan ajaran untuk mengucapkan 'dzakarallahu man dzakarani bi khairin' (Semoga Allah SWT mengenang orang yang mengingatku dengan kebaikan).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa
- 10MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri







