Heboh Aksi Pedagang di Puncak Bogor Bakar Ban hingga Buang Sampah Sembarang, Ternyata Ini Penyebabnya!

AKURAT.CO Baru-baru ini, media sosial dihebohkan dengan sebuah video yang menunjukkan aksi para pedagang kaki lima (PKL) di Puncak Bogor telah menimbulkan kericuhan.
Salah satu penyebab kericuhan tersebut, karena ada aparat Satpol PP Kabupaten Bogor yang menertibkan para pedagang di Puncak, yang justru menimbulkan pertikaian.
Merasa tidak terima lapak jualannya dibongkar oleh Satpol PP, para pedagang kaki lima di Puncak Bogor melakukan aksi membakar ban hingga memblokir jalan untuk menentang penertiban.
Namun, polisi masih dapat menetralisir tindakan tersebut dan melanjutkan penertiban. Sementara nasib para PKL tersebut akan dipindahkan ke rest area Gunung Mas.
Baca Juga: Ingat! Ganjil Genap Jalur Puncak Bogor Masih Berlaku Hingga Hari Ini
Dikutip berbagai sumber, Selasa (25/6/2024), PKL kawasan Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, meluapkan kemarahan mereka terhadap penertiban dengan membakar ban dan sisa material bangunan hingga melempar sampah ke jalan, pada Senin (24/6/2024).
Dilihat dalam video yang beredar di media sosial, tampak api berkobar di sejumlah titik akibat pembakaran ban dan material bangunan.
Tak hanya itu, namun sampah pedagang juga terlihat berserakan di badan jalan sehingga bau tak sedap mengganggu para pengendara dan menghambat arus lalu lintas.
Pedagang kaki lima di Puncak Bogor mengatakan bahwa tidak ada pengunjung di Rest Area Gunung Mas yang menjadi tempat baru mereka berjualan.
Baca Juga: Puncak HUT ke-497 Jakarta, Kawasan Monas Sekitar Stasiun Gambir Macet Total
Selain itu, kios yang diberikan di Gunung Mas juga memiliki ukuran yang sangat kecil, rata-rata 2 x 3 meter.
Cecep Iman Nagarasit, kepala Satpol PP Kabupaten, menyayangkan penolakan karena para pedagang sendiri yang meminta pemerintah daerah menyediakan tempat relokasi sebelum menertibkan toko PKL di Puncak.
"Sekarang setelah tempat relokasi sudah disiapkan di Rest Area Gunung Mas, mereka tetap ngambil kunci kios dan lapak dagangannya di pinggir jalan ga mau dibongkar. Ini ironis," ujar Cecep.
Sementara Bupati Bogor Asmawa telah berjanji bahwa setelah pindah ke Rest Area Gunung Mas, ekonomi pedagang kaki lima di Kawasan Wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akan menjadi lebih baik.
Dia juga menegaskan bahwa para pedagang telah menerima banyak manfaat dari pemerintah Kabupaten Bogor, salah satunya adalah pengecualian biaya retribusi selama enam bulan ke depan.
Untuk menarik lebih banyak wisatawan dan pedagang, pengelola Rest Area Gunung Mas PT Sayaga Wisata, ikut mengintegrasikan pintu keluar Agro Wisata Gunung Mas dengan kawasan rest area.
"Harapan kita perekonomian menjadi lebih baik, karena alur keluar masuk Gunung Mas itu akan melintasi ke sini (Rest Area Gunung Mas)," kata Asmawa
Oleh sebab itu, kericuhan yang dibuat oleh pedagang kaki lima di Puncak Bogor tak bebuah hasil yang bagus karena mereka tetap akan ditertibkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini




