Siapa Imam Mahdi Yang Viral Dari Video Pria Asal Kudus? Sering Disebut Sebagai Sosok Pemimpin Di Akhir Zaman

AKURAT.CO Imam Mahdi merupakan sosok pemimpin umat muslim yang disebut akan muncul di akhir zaman dan menjadi salah satu tanda kiamat sudah dekat.
Viralnya nama Imam Mahdi di media sosial membuat heboh warganet karena baru-baru ini ada seorang pria asal Kudus yang mengaku sebagai sosok tersebut.
Seorang pria bernama Muhammad Maulana Ishaq bersumpah di bawah kitab suci Al-Quran bahwa dia didatangi Nabi Muhammad SAW, dan menjadikannya sebagai Imam Mahdi.
Oleh sebab itu, media sosial mulai heboh dan banyak juga orang yang belum mengetahui sosok Imam Mahdi yang dibicarakan.
Mengutip berbagai sumber, Jumat (24/11/2023), berikut ini penjelasan lengkap mengenai siapa itu Imam Mahdi yang disebut sebagai seorang pemimpin di akhir zaman.
Siapa Itu Imam Mahdi?
Imam Mahdi digambarkan sebagai sosok yang disebut akan diutus Allah SWT di akhir zaman untuk menciptakan kemakmuran bagi orang-orang di sekitarnya.
Selain itu, disebutkan bahwa Imam Mahdi adalah seorang pemimpin yang adil yang akan memberantas tirani yang sudah ada.
Hadis mengatakan bahwa keluarnya Imam Mahdi adalah salah satu tanda kiamat, bersama dengan beberapa tanda lainnya.
Baca Juga: Benarkah Imam Mahdi Yang Akan Memerdekakan Palestina? Begini Penjelasannya Secara Ilmiah
Namun, tidak ada hadis tentang Imam Mahdi dalam Sahih Bukhari atau Sahih Muslim. Hanya ada hadis menjelaskan tentang ciri-ciri Imam Mahdi yang membawa bendera hitam adalah salah satu yang paling menonjol.
Hadis ini sering dikutip, terutama oleh kelompok tertentu yang mengaitkannya dengan bendera hitam.
Hadis tersebut berbunyi, "Jika kalian melihat bendera hitam datang dari arah Khurasan, maka datangilah bendera itu. Karena sesungguhnya di sana ada Khalifatullah al-Mahdi." (Imam Ahmad bin Hanbal, Musnad Ahmad, [Beirut: Muassasah al-Risalah, 2001]. J. 37, h. 70).
Dari Abu Said Al Khurdri RA yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
يَخْرُجُ فِي آخِرِ أُمَّتِي الْمَهْدِيُّ يَسْقِيهِ اللَّهُ الْغَيْثَ، وَتُخْرِجُ الْأَرْضُ نَبَاتَهَا، وَيُعْطِي الْمَالَ صِحَاحًا، وَتَكْثُرُ الْمَاشِيَةُ وَتَعْظُمُ الْأُمَّةُ، يَعِيشُ سَبْعًا أَوْ ثَمَانِيًا، يَعْنِي حِجَجًا
Artinya:
"Imam Mahdi akan keluar di akhir umatku. Allah akan menurunkan hujan, akan menumbuhkan tanaman di muka bumi, harta akan dibagi secara merata. Binatang ternak akan semakin banyak, begitu juga umat akan bertambah besar. Imam Mahdi hidup selama 7 atau 8 tahun." (HR Al Hakim).
Sebagaimana penjelasan Islam tentang kapan hari kiamat terjadi, manusia tidak tahu kapan terjadinya kiamat. Tidak ada hadis yang menjelaskan secara rinci juga mengenai waktu atau tempat Imam Mahdi akan muncul.
Menurut agama Islam, hanya Allah Swt yang mengetahui tentang hari akhir. Termasuk Nabi Muhammad SAW juga tidak tahu.
Nabi Muhammad SAW tidak memberi tahu umatnya detail tentang apa yang akan terjadi pada hari kiamat, tetapi dia memberi mereka tanda-tanda seperti kemunculan sosok Imam Mahdi tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat
- 10Panggil Bahlil ke Istana, Prabowo Terima Laporan Penguatan Tata Kelola Migas dan Peningkatan Layanan Energi





