PROMISE II IMPACT Salurkan Rp584 Miliar Kredit dan Tabungan ke 25 Ribu UMKM

AKURAT.CO Penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif.
Selain akses pembiayaan, peningkatan kapasitas usaha, literasi keuangan, pemanfaatan teknologi, dan keterhubungan dengan pasar diperlukan agar UMKM dapat berkembang, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan lapangan kerja yang layak.
Untuk itu pemerintah terus memperluas pembiayaan bagi UMKM melalui berbagai program, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga 23 September 2026, penyaluran KUR mencapai Rp232,66 triliun kepada 3,61 juta debitur dan mendukung 10,83 juta tenaga kerja.
Baca Juga: Lewat PROMISE II IMPACT, ILO Kebut Inklusi Keuangan bagi UMKM dan Sektor Informal
Selain itu, program PNM Mekaar memberikan pembiayaan kelompok tanpa agunan kepada perempuan berpenghasilan rendah, dengan lebih dari 13 juta nasabah per Agustus 2026 dan 73% di antaranya merupakan nasabah syariah.
Di luar itu, pemerintah menggandeng ILO dan SECO untuk menggenjot akses pembiayaan bagi UMKM. Melalui program PROMISE II IMPACT kolaborasi bersama International Labour Organization (ILO) dan State Secretariat for Economic Affairs (SECO), dukungan pembiayaan dilengkapi dengan penguatan kapasitas usaha dan rantai nilai.
"Sejak Maret 2023, program ini telah menjangkau 25.378 UMKM melalui akses kredit formal dan/atau tabungan senilai Rp584,3 miliar, serta melatih lebih dari 2.300 wirausahawan yang mana lebih dari 40 persen di antaranya adalah perempuan," ujar Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo saat menyampaikan keynote speech mewakili Menko Airlangga Hartarto, pada acara PROMISE II IMPACT Closing and Next Phase Launch di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Dampak positif dari penguatan rantai nilai regional tersebut terlihat nyata di berbagai daerah. Misalnya penerapan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) KPBS Pangalengan yang menghubungkan 2,054 peternak sapi perah, penguatan rantai nilai minyak nilam di Aceh hingga mengekspor 32 ton senilai Rp30 miliar, pembiayaan formal bagi 24 petani rumput laut di Sumba Timur, serta pengembangan platform eSeaweed di Sulawesi Selatan.
Keberhasilan ini didorong oleh kolaborasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI).
“Tujuan akhir kita bukan hanya sekadar memperbanyak UMKM yang menggunakan layanan keuangan, melainkan bisnis yang tumbuh dan memiliki produktivitas lebih tinggi, produk lokal dengan nilai tambah lebih besar, serta pekerjaan yang layak dan penghidupan yang lebih baik bagi masyarakat,” tukas Wamenko Dradjad.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







