Hampir 4 Juta Warga Sumbar Bergantung pada UMKM, Ini Sebabnya

AKURAT.CO Pemulihan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pascabencana di Sumatera Barat bukan sekadar persoalan menghidupkan kembali usaha masyarakat.
Skala sektor tersebut membuat pemulihan UMKM berkaitan langsung dengan keberlangsungan ekonomi keluarga dan daerah.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah menyebut terdapat hampir 750 ribu UMKM di provinsi tersebut. Dengan asumsi satu UMKM menopang satu keluarga beranggotakan rata-rata lima orang, hampir 4 juta masyarakat bergantung pada aktivitas ekonomi sektor tersebut.
“Sumatera Barat memiliki hampir 750 ribu UMKM. Jika satu UMKM menopang satu keluarga dengan rata-rata lima orang, maka hampir empat juta masyarakat kita bergantung pada aktivitas ekonomi UMKM. Ini menunjukkan betapa pentingnya penguatan sektor UMKM bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (5/10/2026).
Baca Juga: Gengtengisasi Serap 500 Ribu Genteng Produksi UMKM Plered
Angka tersebut menjelaskan mengapa pemulihan UMKM menjadi bagian penting dalam pemulihan ekonomi Sumatera Barat setelah bencana.
Ketika usaha berhenti akibat kerusakan tempat usaha, alat produksi atau kehilangan persediaan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pemilik usaha. Penghentian aktivitas ekonomi juga dapat memengaruhi sumber pendapatan keluarga yang bergantung pada usaha tersebut.
Karena itu, Kementerian UMKM memperkuat pendampingan bagi pengusaha terdampak bencana melalui peningkatan kapasitas produksi, perluasan akses pasar dan fasilitasi pembiayaan.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri UMKM, Helvi Moraza mengatakan pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan pelaku usaha tidak hanya mampu kembali beroperasi, tetapi juga menjaga keberlanjutan bisnis.
“Dampak bencana terhadap UMKM dan bagaimana mengantisipasinya justru menjadi tantangan paling berat setelah bencana terjadi,” kata Helvi.
Seperti yang diketahui, Kementerian UMKM sebelumnya mengaktivasi Klinik UMKM Minang Bangkit pada 23 Januari 2026. Program tersebut menggunakan tiga tahapan, yakni pulih mental, pulih usaha, dan bertumbuh.
Baca Juga: 5 Alasan Neon Box Masih Jadi Andalan UMKM untuk Menarik Pelanggan
Model tersebut menunjukkan bahwa pemulihan UMKM diposisikan sebagai proses bertahap.
Setelah kembali siap menjalankan usaha, pelaku UMKM diarahkan memperbaiki kualitas produk, meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, memperkuat pemasaran, dan mendapatkan akses pembiayaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi





