AKURAT.CO Pemerintah menegaskan komitmennya membangun fondasi ekonomi nasional yang lebih mandiri melalui kombinasi pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan percepatan digitalisasi sektor UMKM.
Kedua strategi tersebut dinilai menjadi kunci menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha kecil.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga menyebut capaian penyaluran KUR 2025 yang menembus Rp203,5 triliun hingga triwulan III adalah bukti keberhasilan pemerintah memfasilitasi pembiayaan yang lebih produktif.
Baca Juga: Tabel Pinjaman KUR BRI 2025 hingga Rp100 Juta, Cek Syarat Lengkapnya Sekarang!
Lebih dari 60% dana tersebut disalurkan ke sektor industri, pertanian, dan perikanan.
“Modal kerja dari KUR akan memperkuat kapasitas usaha, sementara digitalisasi memperluas akses pasar dan meningkatkan efisiensi bisnis. Kombinasi keduanya adalah fondasi kemandirian ekonomi nasional,” kata Lamhot di Jakarta, Senin (6/10/2025).
Ia menilai, integrasi antara pembiayaan dan transformasi digital akan menentukan arah pertumbuhan UMKM ke depan. Pemerintah juga diharapkan memastikan keberlanjutan program ini melalui regulasi yang adaptif dan berpihak kepada pelaku usaha kecil.
Sejalan dengan itu, pemerintah berencana menaikkan plafon KUR pada 2026 menjadi Rp320 triliun dan menambah pagu subsidi bunga sebesar Rp36,5 triliun. Kebijakan ini diharapkan tidak hanya menjadi stimulus fiskal jangka pendek, tetapi juga mendorong transformasi ekonomi yang lebih mandiri.
Lamhot menambahkan, ketika pembiayaan yang terarah bertemu dengan digitalisasi yang inklusif, UMKM akan memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar domestik maupun global. “Pertumbuhan ekonomi yang kuat harus ditopang oleh pelaku usaha kecil yang mandiri di seluruh pelosok negeri. KUR dan digitalisasi adalah dua pilar penting menuju arah itu,” ujarnya.
Baca Juga: Tren Globalisasi ke Arah Multipolar, Wamendag Dorong UMKM Aktif Maksimalkan Perjanjian Dagang
Dengan kontribusi UMKM yang saat ini mencapai 61% terhadap PDB nasional dan menyerap lebih dari 97% tenaga kerja, kombinasi kebijakan pembiayaan dan transformasi digital diyakini akan menjadi mesin penggerak utama ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








