Benahi Kemasan Produk IKM, Kemenperin Andalkan Platform Digital

AKURAT.CO Fungsi kemasan tak sekadar menjadi pemanis atau pelindung bagi sebuah produk, tetapi juga merupakan salah satu penentu daya saing atau tolak ukur penilaian terhadap karakter dan citra produk industri.
Dengan kualitas kemasan yang baik, akan berdampak positif untuk aktivitas promosi dan penguatan merek sehingga produk tersebut dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan mendapatkan kepercayaan konsumen.
Untuk itu, Ditjen IKMA membangun platform digital e-Kemasan IKM yang mengintegrasikan seluruh informasi yang ada terkait dengan kemasan produk, yang dapat diakses melalui platform digital e-Kemasan.
“Seiring dengan perkembangan di dunia industri, fungsi kemasan tidak hanya bersifat protektif tetapi juga memiliki fungsi promotif,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA), Reni Yanita dalam keterangannya, Senin (14/7).
"Platform ini dirancang sebagai pusat data dan informasi terkait kemasan, serta sebagai sarana interaktif yang menghubungkan seluruh pemangku kepentingan dalam satu sistem digital yang terintegrasi. Dengan demikian, proses peningkatan mutu kemasan produk IKM dapat dilakukan secara lebih efektif, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar," lanjut Reni.
Baca Juga: Dongkrak Daya Saing IKMA, Kemenperin Gelar Semarak Festival 2019
Dirjen IKMA menyampaikan, pemilihan kemasan untuk produk industri harus disesuaikan dengan target pasar, nilai estetika, kenyamanan, dan ukuran. Kemasan juga berperan penting dalam menyajikan informasi, meningkatkan nilai jual produk, sebagai identitas produk, dan media untuk membangun loyalitas konsumen. “Loyalitas konsumen dapat terbentuk secara emosional melalui warna, layout, logo dan keunikan kemasan yang membedakan dengan produk lain,” jelasnya.
Seiring berkembangnya selera pasar dan teknologi desain kemasan, tren desain kemasan produk industri pun semakin berubah. Reni mengungkapkan, tantangan penyusunan desain kemasan saat ini tak hanya soal menjaga keseimbangan pada estetika, tetapi juga memperhatikan fungsionalitas, keberlanjutan, dan biaya produksi kemasan tersebut.
“Hal ini didorong oleh preferensi atau tren konsumen yang peduli lingkungan, kemajuan teknologi, dan kebutuhan akan inovasi dalam menarik perhatian pasar,” tutur Reni. Oleh sebab itu, Reni mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan Inpack Award 2025, yang memberikan ruang kompetisi desain kemasan bagi pelajar dan mahasiswa desain, sehingga diharapkan dapat menjawab tantangan perubahan tren desain kemasan saat ini.
Lebih lanjut, guna mendorong peningkatan daya saing produk melalui penguatan mutu desain kemasan, Direktorat Jenderal IKMA telah mengambil langkah inisiatif dengan membentuk Klinik Desain Merek dan Kemasan (KDMK) sejak tahun 2003.
KDMK didirikan untuk membantu pelaku IKM dalam pemilihan bahan kemasan yang sesuai dengan produknya, pemilihan teknologi kemasan, termasuk pembuatan desain kemasan dan label kemasan sesuai peraturan yang berlaku, serta memfasilitasi bantuan cetak kemasan.
Dirjen IKMA menambahkan, para pelaku industri dapat memanfaatkan berbagai fitur dan informasi di platform digital e-Kemasan IKM, meliputi data rumah kemasan, mitra kemasan, asosiasi/ komunitas, dan perguruan tinggi, referensi KBLI untuk IKM, regulasi, artikel hingga e-learning terkait kemasan. Sejak pertama dibuka hingga akhir tahun 2024, platform Klinik KDMK Ditjen IKMA telah dikunjungi 11.491 pengguna.
“Pada tahun 2024, KDMK telah telah melayani sebanyak 244 IKM, dengan rincian 180 IKM difasilitasi perbaikan/pembuatan desain merek dan kemasan melalui platform e-KDMK, serta sebanyak 64 IKM telah memperoleh layanan konsultasi. Selain konsultasi kepada IKM, sepanjang tahun 2024 KDMK juga telah memberikan konsultasi kepada 45 dinas/pihak terkait lainnya,” terang Reni.
Dalam konsultasi mengenai desain kemasan, setiap satu IKM pemohon, akan diberikan fasilitasi desain dengan jumlah logo sebanyak dua alternatif desain logo merek dan dua alternatif desain kemasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









