UMKM Kuliner Jadi Pilar Penting Penyedia Pangan Bergizi Nasional

AKURAT.CO Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman menegaskan bahwa sektor UMKM kuliner memegang peranan strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya dalam pelaksanaan program prioritas pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam sambutannya saat menutup ajang Chef Expo 2025 di Jakarta, Sabtu (10/5), Menteri Maman mengungkapkan bahwa pemerintah mencatat sebanyak 10,35 juta pelaku UMKM memiliki potensi besar sebagai penyedia bahan baku makanan bergizi.
Hal ini menjadikan UMKM sebagai garda depan dalam mendukung ketersediaan pangan sehat dan bergizi bagi masyarakat luas, terutama anak-anak sekolah.
“Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya misi pemenuhan gizi, tetapi juga peluang strategis untuk memberdayakan UMKM kuliner sebagai penyedia bahan makanan lokal yang berkualitas dan sehat,” ujar Maman.
Baca Juga: Efisiensi Anggaran Jadi Pemicu Inovasi, Menteri Maman: UMKM Tetap Didukung Pemerintah
Menurutnya, kemitraan antara UMKM dan pemerintah dalam program MBG dapat menciptakan efek ganda di satu sisi memperbaiki kualitas asupan gizi masyarakat, dan di sisi lain membuka lapangan kerja serta memperkuat ekonomi lokal.
Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen memberikan pendampingan, pelatihan, dan akses pembiayaan bagi UMKM agar dapat memenuhi standar kualitas pangan yang dibutuhkan dalam program tersebut.
“Bila kita bisa memastikan pelaku UMKM mampu menyuplai pangan bergizi yang higienis, aman, dan terstandar, maka kita bisa menjadikan UMKM sebagai kekuatan utama dalam rantai pasok pangan nasional,” tambahnya.
Dalam konteks yang sama, Maman menggarisbawahi pentingnya kemitraan lintas sektor, termasuk dengan asosiasi chef dan pelaku industri pangan. Ajang Chef Expo, menurutnya, bukan hanya perayaan kreativitas di dunia boga, tetapi juga platform strategis untuk menjalin kolaborasi yang berkelanjutan dalam mengembangkan ekosistem pangan lokal yang berdaya saing.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa usaha penyediaan makanan dan minuman di Indonesia telah mencapai 4,85 juta unit dan menyerap sekitar 9,80 juta tenaga kerja. Angka ini memperkuat posisi UMKM kuliner sebagai salah satu penyokong utama ekonomi nasional yang juga bisa bertransformasi menjadi penyedia pangan berkualitas.
Baca Juga: Menteri Maman: Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Belanja Produk UMKM
Lebih lanjut, Maman menilai bahwa permintaan pasar terhadap makanan sehat yang kini meningkat tajam baik di dalam negeri maupun global merupakan peluang besar yang tidak boleh disia-siakan oleh UMKM.
Oleh sebab itu, Kementerian UMKM terus mendorong adopsi prinsip keberlanjutan, inovasi menu sehat, serta sertifikasi keamanan pangan bagi pelaku usaha.
“Kita ingin pastikan bahwa dapur UMKM bukan hanya tempat memasak, tapi juga laboratorium inovasi pangan bergizi. Inilah saatnya menjadikan UMKM sebagai bagian dari solusi nasional,” tutupnya.
Menteri Maman optimistis bahwa dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, UMKM Indonesia dapat menjadi pemain kunci dalam agenda besar kedaulatan pangan dan gizi.
"Momentum ini, harus dijaga untuk memastikan bahwa pangan sehat dan bergizi menjadi hak yang bisa diakses seluruh rakyat Indonesia," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









