Sahli Menteri UMKM Paparkan Peran Penting UMKM dalam Wujudkan SDGs pada Pertemuan IGE FfD UNCTAD
Demi Ermansyah | 28 November 2024, 19:06 WIB

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menekankan peran penting UMKM dalam strategi mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) dan mendorong kerja sama global untuk terus memperkuat ekosistem UMKM agar semakin inklusif dan berkelanjutan.
Hal ini disampaikan oleh Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hubungan Antar Lembaga, Kementerian UMKM, Riza Damanik, saat menjadi salah satu pembicara kunci pada pertemuan ke-8 Intergovernmental Group of Expert on Financing for Development (IGE FfD) yang diadakan UN Trade and Development (UNCTAD) pada 26 November 2024 di Jenewa, Swiss.
IGE FfD UNCTAD merupakan forum pertukaran pandangan di antara para ahli dan pemangku kepentingan dari berbagai negara terkait pendanaan pembangunan. Pertemuan ke-8 IGE FfD secara khusus syoroti tingginya biaya pendanaan pembangunan yang menjadi tantanga pencapaian SDGs.
“Salah satu tantangan UMKM untuk berkembang dan naik kelas adalah kemudahan akses pembiayaan. Indonesia telah memiliki sejumlah skema pembiayaan untuk UMKM termasuk KUR, PNM, fintech, dan security crowdfunding. Ke depan, kolaborasi global perlu terus ditingkatkan untuk menyediakan akses pembiayaan yang lebih mudah dan murah bagi UMKM khususnya yang terlibat dalam proyek-proyek pembangunan,” ujar Riza dikutip Kamis (28/11/2024).
Hal ini sejalan dengan semakin luasnya akses pasar yang diberikan kepada pelaku UMKM untuk terlibat dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah, BUMN, maupun swasta. Sebagai contoh, melalui PP 7 Tahun 2021, pemerintah telah memberikan afirmasi 40 persen belanja pemerintah untuk membeli produk-produk UMKM.
Selain itu, Riza juga menyampaikan sekitar 64 persen dari pengusaha UMKM di Indonesia adalah perempuan. Perempuan menjadi aktor penting dalam mewujdukan ekonomi inklusif dan berkelanjutan. Karenanya, dukungan terhadap pengusaha UMKM perempuan perlu terus ditingkat.
Delegasi dari berbagai negara seperti Kelompok Negara G77, Uni Eropa, Nepal, dan Namibia memberikan apresiasi atas inisiatif yang telah dilakukan Pemerintah Indonesia antara lain terkait prioritas pemberdayaan perempuan pengusaha UMKM, program fasilitasi sertifikasi dan perluasan pasar produk UMKM, serta berbagai skema pembiayaan untuk UMKM di Indonesia.
Di sela-sela pertemuan Riza didampingi PTRI Jenewa juga melakukan pertemuan bilateral dengan UNCTAD guna jajaki kerja sama konkret dengan badan PBB yang tangani isu pedagangan dan pembangunan ini. Kerja sama dapat mencakup peningkatan kapasitas dan kerja sama penelitian mengenai UMKM.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 10Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu








