AKURAT.CO Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) berupaya terus mendukung pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di tengah kondisi penurunan daya beli masyarakat.
"Memperkuat akses pasar domestik kepada pelaku UMKM, salah satunya melalui INABUYER, yakni menghubungkan UMKM ke rantai pasok pemerintah dan BUMN, terutama di sektor terdampak," ujar Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Kemenkop UKM, Riza Damanik di Jakarta, Rabu (2/10/2024)
Menurut dia, hal itu dapat membantu UMKM mendapatkan akses pasar yang lebih besar dan stabil. "Selain itu, kampanye Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Beli Produk Lokal digalakkan untuk mendorong masyarakat lebih memilih produk lokal, sehingga memperluas pasar dan meningkatkan permintaan terhadap produk UMKM," katanya.
Baca Juga: Daya Beli Kelas Menengah Melempem, Kredit ke UMKM Perlu Digenjot
Penurunan daya beli masyarakat akibat deflasi pada September 2024 sebesar 0,12%. Kondisi ini tentu berdampak pada melemahkan ekonomi, termasuk pendapatan UMKM. Deflasi dipicu oleh turunnya harga beberapa komoditas pangan serta melimpahnya pasokan, khususnya di kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau.
Sebagaimana diketahui, sektor makanan dan minuman mendominasi UMKM dengan sekitar 1,7 juta unit usaha dan menyerap sekitar 3,6 juta tenaga kerja. Deflasi ini memberikan dampak besar pada industri makanan dan minuman di kalangan UMKM.
Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan deflasi September 2024 sebesar 0,12% (month-to-month/mtm) yang melanjutkan tren deflasi selama 5 bulan berturut-turut dipengaruhi oleh penyesuaian pada sisi suplai pangan. Tren deflasi telah terjadi sejak Mei 2024 dan terus berlanjut hingga September.
Catatan deflasi September 2024, secara historis, menjadi deflasi terdalam bila dibandingkan bulan yang sama dalam lima tahun terakhir. Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, deflasi dalam lima bulan terakhir secara umum disumbang oleh penurunan harga komoditas bergejolak (volatile food).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








