Akurat Logo

Apa Itu Saham Blue Chip? Ini Pengertian, Contoh, dan Ciri-cirinya

Putri Chandra | 16 Oktober 2026, 17:06 WIB
Apa Itu Saham Blue Chip? Ini Pengertian, Contoh, dan Ciri-cirinya
Ilustrasi, Saham blue chip - gemini

AKURAT.CO Saham blue chip adalah salah satu jenis saham yang banyak dilirik investor karena berasal dari perusahaan besar dengan reputasi dan kinerja bisnis yang relatif mapan.

Di Indonesia, terdapat sejumlah emiten yang sering dikaitkan dengan saham blue chip, seperti BBCA, BBRI, BMRI, TLKM, dan ASII.

Namun, apa itu saham blue chip, apa saja ciri-cirinya, dan bagaimana cara mengenalinya? Simak pengertian, contoh saham blue chip di Indonesia, serta hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum berinvestasi berikut ini.

Baca Juga: Pegadaian Luncurkan ATM Emas, Nasabah Bisa Cetak Emas Batangan Lewat Tring!


Apa Itu Saham Blue Chip?

Saham blue chip adalah saham perusahaan yang dikenal memiliki reputasi baik, bisnis yang relatif mapan, kondisi keuangan yang kuat, serta posisi kompetitif di industrinya.

Perusahaan penerbit saham ini umumnya memiliki skala usaha besar dan telah beroperasi cukup lama.

Istilah blue chip berasal dari permainan poker, yang menggunakan keping berwarna biru sebagai salah satu keping dengan nilai tertinggi.

Dalam dunia investasi, istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan saham perusahaan yang dinilai berkualitas dan memiliki rekam jejak bisnis yang kuat.

Di Indonesia, saham blue chip sering dikaitkan dengan perusahaan berkapitalisasi pasar besar yang sahamnya aktif diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Namun, tidak ada jaminan bahwa saham perusahaan besar akan selalu menghasilkan keuntungan. Investor tetap perlu memeriksa laporan keuangan, valuasi saham, prospek bisnis, dan kondisi industri sebelum membeli saham.

Baca Juga: Communication Gap Indonesia-MSCI: Pemerintah Klaim Reformasi, Pasar Tuntut Bukti


Ciri-ciri Saham Blue Chip

1. Perusahaan memiliki reputasi baik

Perusahaan umumnya dikenal luas, memiliki kegiatan usaha yang mapan, dan mempunyai posisi yang kuat di industri.

2. Kapitalisasi pasar besar

Nilai pasar perusahaan relatif tinggi sehingga sahamnya sering menjadi perhatian investor institusi maupun investor ritel.

3. Kinerja keuangan relatif kuat

Perusahaan biasanya mempunyai bisnis yang sudah berkembang, pendapatan yang berarti, dan kemampuan menghasilkan arus kas. Namun, kondisi keuangan setiap perusahaan tetap perlu diperiksa.

4. Likuiditas saham relatif tinggi

Saham cenderung aktif diperdagangkan sehingga investor umumnya lebih mudah melakukan transaksi dibandingkan saham yang jarang diperdagangkan.

5. Berpotensi membagikan dividen

Sebagian perusahaan blue chip rutin membagikan dividen kepada pemegang saham. Meski demikian, pembagian dan besarnya dividen tidak selalu sama setiap tahun.


Contoh Saham Blue Chip di Indonesia

1. Bank Central Asia (BBCA)

Bergerak di sektor perbankan dan dikenal melalui layanan perbankan digital, transaksi nasabah, serta jaringan layanan yang luas. Kinerja bisnisnya dipengaruhi oleh pertumbuhan kredit, dana pihak ketiga, dan kualitas kredit.

2. Bank Rakyat Indonesia (BBRI)

Berfokus pada layanan perbankan, termasuk pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kinerja sahamnya antara lain dipengaruhi kualitas kredit, biaya dana, dan kondisi ekonomi masyarakat.

3. Bank Mandiri (BMRI)

Merupakan salah satu bank besar di Indonesia dengan layanan untuk nasabah individu dan perusahaan. Faktor yang perlu diperhatikan meliputi pertumbuhan kredit, profitabilitas, dan kualitas aset.

4. Telkom Indonesia (TLKM)

Bergerak di bidang telekomunikasi dan layanan digital. Prospeknya dipengaruhi persaingan operator, kebutuhan investasi jaringan, pertumbuhan layanan data, serta perkembangan bisnis digital.

5. Astra International (ASII)

Memiliki kegiatan usaha di berbagai bidang, termasuk otomotif, jasa keuangan, alat berat, dan agribisnis. Diversifikasi bisnis dapat membantu menyebarkan sumber pendapatan, tetapi kinerja perusahaan tetap terpengaruh kondisi ekonomi.

6. Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP)

Memproduksi berbagai produk makanan dan minuman, termasuk mi instan. Kinerjanya dapat dipengaruhi harga bahan baku, nilai tukar, biaya distribusi, dan daya beli konsumen.


FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan saham blue chip?

Saham blue chip adalah saham perusahaan yang umumnya memiliki reputasi baik, bisnis mapan, kondisi keuangan relatif kuat, dan posisi kompetitif di industrinya.

2. Apa saja contoh saham blue chip di Indonesia?

Beberapa saham yang sering dikaitkan dengan blue chip antara lain BBCA, BBRI, BMRI, TLKM, ASII, dan ICBP.

3. Apa ciri-ciri saham blue chip?

Ciri-cirinya meliputi reputasi perusahaan yang baik, kapitalisasi pasar besar, kinerja keuangan relatif kuat, likuiditas tinggi, dan potensi pembagian dividen.

4. Apakah saham blue chip cocok untuk pemula?

Saham blue chip dapat dipelajari oleh investor pemula karena umumnya berasal dari perusahaan mapan. Namun, investor tetap perlu memahami analisis fundamental, valuasi saham, dan risiko kerugian.

5. Apakah saham blue chip pasti menguntungkan?

Tidak. Harga saham blue chip tetap dapat mengalami penurunan. Keuntungan investasi bergantung pada harga beli, perkembangan bisnis, kondisi pasar, dan faktor lainnya.


Kesimpulan

Saham blue chip merupakan saham perusahaan yang dikenal memiliki reputasi baik, bisnis relatif mapan, serta kapitalisasi pasar dan likuiditas yang cenderung tinggi. Beberapa contohnya di Indonesia adalah BBCA, BBRI, BMRI, TLKM, ASII, dan ICBP.

Meski sering menjadi perhatian investor, saham blue chip tidak menjamin keuntungan dan tetap memiliki risiko penurunan harga.

Oleh karena itu, investor perlu memeriksa fundamental perusahaan, mempertimbangkan valuasi saham, dan menyesuaikan investasi dengan tujuan keuangan serta profil risikonya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.