Kejar Mimpi FEST 2026 Klaim Tak Kirim Sampah ke TPA, Begini Konsep The Cooler Earth CIMB Niaga

AKURAT.CO Sebuah festival mungkin hanya berlangsung selama tiga hari. Namun, sampah yang muncul dari aktivitas ribuan pengunjung, tenant, makanan, minuman, dekorasi, hingga berbagai perlengkapan acara tidak berhenti ketika panggung terakhir ditutup.
Persoalannya kemudian bukan sekadar seberapa banyak sampah yang dihasilkan sebuah festival, melainkan ke mana material tersebut pergi setelah dibuang.
Pertanyaan itu menjadi relevan dalam Kejar Mimpi FEST 2026 yang digelar PT Bank CIMB Niaga Tbk atau CIMB Niaga pada 2–4 Oktober 2026 di Senayan City, Jakarta. Dalam penyelenggaraan festival tersebut, CIMB Niaga menyatakan menerapkan pengelolaan sampah yang bertujuan agar tidak ada sampah yang dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Klaim tersebut ditempatkan sebagai bagian dari inisiatif keberlanjutan The Cooler Earth, yang menjadi salah satu komitmen CIMB Niaga dalam mengurangi dampak lingkungan.
Dengan demikian, konsep yang ditawarkan bukan sekadar membuat festival terlihat lebih ramah lingkungan. Ada proses pengelolaan material setelah sampah dihasilkan yang menjadi bagian dari penyelenggaraan Kejar Mimpi FEST 2026.
Kejar Mimpi FEST 2026 dan Klaim Sampah Tak Dikirim ke TPA
CIMB Niaga menyatakan pengelolaan sampah dilakukan selama penyelenggaraan Kejar Mimpi FEST 2026. Sampah yang muncul dari aktivitas festival akan melalui proses pemilahan dan pengelolaan bersama pihak-pihak terkait.
Perusahaan menyebut seluruh sampah yang dihasilkan selama acara dikelola sehingga tidak ada yang dikirim ke TPA.
Pernyataan ini penting dibaca secara spesifik. Tidak dikirim ke TPA tidak otomatis berarti festival tersebut menghasilkan zero waste atau tidak menghasilkan sampah sama sekali.
Sampah tetap muncul dari aktivitas pengunjung dan operasional festival. Yang menjadi fokus adalah bagaimana sampah tersebut ditangani setelah dihasilkan.
CIMB Niaga menyebut penerapan pengelolaan tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk mengurangi dampak lingkungan sekaligus mendorong keberlanjutan untuk masa depan.
Dengan pendekatan tersebut, aspek lingkungan tidak hanya ditempatkan sebagai pesan komunikasi festival, tetapi juga masuk ke dalam mekanisme pengelolaan material yang dihasilkan selama acara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 3Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat






