Akurat Logo

Ketika Grand Waterfront Sedayu Membuka Panggung untuk Anak-anak Kamaira

Saeful Anwar | 1 Oktober 2026, 13:42 WIB
Ketika Grand Waterfront Sedayu Membuka Panggung untuk Anak-anak Kamaira
Acara panggung di Grand Waterfront Sedayu City Kelapa Gading.

AKURAT.CO Sore itu, panggung di Grand Waterfront Sedayu City Kelapa Gading tidak dipenuhi musisi dengan tata cahaya megah. Tidak pula ada bintang utama yang membuat penonton berebut mendekat.

Yang berdiri di atas panggung adalah anak-anak dari Kamaira.

Sebagian memegang mikrofon. Sebagian lainnya menari mengikuti irama.

Ada yang belum sepenuhnya hafal gerakan, ada pula yang tersenyum lebar ketika menyadari orang-orang di hadapan mereka ikut memberikan tepuk tangan.

Sabtu, 26 September 2026, Grand Waterfront memberi ruang berbeda bagi anak-anak penyandang disabilitas melalui kegiatan Kamaira Menyapa, Panggung Inklusi dan Ruang Berbagi.

Bagi pengunjung, pertunjukan itu mungkin hanya berlangsung beberapa menit.

Namun, bagi anak-anak yang tampil dan orang tua yang mendampingi mereka, naik ke atas panggung membawa arti yang jauh lebih panjang.

Grand Waterfront yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata dan kuliner di Sedayu City Kelapa Gading berubah menjadi ruang perjumpaan.

Kawasan terbuka di tepi danau tersebut tidak hanya menjadi tempat masyarakat menikmati kuliner atau menghabiskan akhir pekan, tetapi juga menjadi tempat anak-anak menunjukkan kemampuan mereka di depan publik.

Acara di panggung di Grand Waterfront Sedayu City Kelapa Gading.

Grand Waterfront memang dikembangkan sebagai destinasi terbuka dengan promenade waterfront, area kuliner, air mancur menari, serta berbagai aktivitas publik.

Kehadiran kegiatan Kamaira Menyapa menambah fungsi sosial di tengah karakter kawasan tersebut.

Salah satu momen yang paling membekas terjadi ketika anak-anak membawakan Laskar Pelangi.

Mereka menyanyi. Beberapa ikut menari. Orang tua yang berada di sekitar panggung memperhatikan dari dekat.

Lagu yang berbicara tentang mimpi itu terasa mendapatkan konteks berbeda ketika dinyanyikan anak-anak yang dalam kehidupan sehari-hari harus berhadapan dengan berbagai keterbatasan dan stigma.

Baca Juga: Suyudi Bakal Dilantik Jadi Kapolri Pukul 14.00 WIB, Ini Konfirmasi Istana

Salah satu orang tua peserta bahkan menuliskan rasa harunya melalui media sosial setelah menyaksikan anaknya tampil.

Ia mengatakan lagu tersebut seperti membawa pesan agar para orang tua tidak mudah berputus asa, terus mendukung anak, dan memberi kesempatan kepada mereka untuk mengejar impian.

“Terima kasih Kamaira yang telah memberikan sesuatu yang membuat anak kami tersenyum dan bersemangat,” tulisnya.

Kalimat sederhana itu menggambarkan mengapa sebuah panggung menjadi penting.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.