Akurat Logo

Kenapa Bendera Setengah Tiang Setiap 30 September? Ini Sejarah G30S dan Maknanya

Putri Chandra | 30 September 2026, 14:09 WIB
Kenapa Bendera Setengah Tiang Setiap 30 September? Ini Sejarah G30S dan Maknanya
Ilustrasi, Kenapa Bendera Setengah Tiang Setiap 30 September - Sekretariat Negara

AKURAT.CO Kenapa bendera setengah tiang setiap 30 September? Pertanyaan ini sering muncul menjelang peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober.

Pengibaran Merah Putih setengah tiang pada 30 September merupakan bagian dari rangkaian peringatan untuk mengenang korban peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S).

Pada 1 Oktober, bendera kemudian dikibarkan kembali satu tiang penuh sebagai bagian dari peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Lantas, bagaimana sejarah G30S dan mengapa peristiwa tersebut berkaitan dengan peringatan 1 Oktober?

Baca Juga: 11 Perempuan Tewas, Presiden Afrika Selatan, Ramaphosa Bergerak: Khawatir Pembunuh Berantai


Kenapa Ada Bendera Setengah Tiang Tiap 30 September?

Setiap 30 September, bendera Merah Putih dikibarkan setengah tiang sebagai bentuk penghormatan dan duka untuk mengenang para korban peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S).

Aturan ini berkaitan dengan rangkaian peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober.

Dalam pedoman pemerintah, pada 30 September bendera dikibarkan setengah tiang, kemudian pada 1 Oktober pukul 06.00 waktu setempat bendera kembali dikibarkan satu tiang penuh.

Peristiwa G30S pada akhir September 1965 menyebabkan sejumlah perwira TNI Angkatan Darat terbunuh.

Dalam narasi resmi negara, peristiwa tersebut diperingati sebagai bagian dari sejarah yang kemudian melatarbelakangi penetapan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

Baca Juga: Hari Kesaktian Pancasila: Sejarah, Makna, dan Bedanya dengan Hari Lahir Pancasila

Karena itu, pembagian maknanya secara sederhana adalah:

  • 30 September: Bendera setengah tiang sebagai tanda penghormatan dan berkabung.

  • 1 Oktober: Bendera satu tiang penuh dan dilaksanakan upacara Hari Kesaktian Pancasila.

Peringatan tersebut berkaitan dengan narasi sejarah tentang upaya mempertahankan Pancasila setelah peristiwa G30S.

Jadi, kalau kamu melihat bendera Merah Putih setengah tiang setiap 30 September, itu bukan karena 30 September merupakan hari libur atau hari nasional tersendiri, melainkan bagian dari rangkaian peringatan G30S dan Hari Kesaktian Pancasila.


Sejarah Singkat G30S 1965

Gerakan 30 September atau G30S merupakan peristiwa politik dan militer yang terjadi pada malam 30 September hingga 1 Oktober 1965 di Jakarta. Dalam peristiwa tersebut, sekelompok pasukan menculik sejumlah perwira Angkatan Darat.

Enam jenderal dan satu perwira, yaitu Kapten Pierre Tendean, kemudian ditemukan meninggal dunia dan jenazah mereka ditemukan di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Peristiwa G30S terjadi ketika kondisi politik Indonesia sedang mengalami ketegangan. Saat itu, terdapat persaingan dan konflik di antara sejumlah kelompok politik serta kekuatan militer pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.

Gerakan tersebut dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung. Setelah gerakan berhasil dihentikan, kondisi politik Indonesia mengalami perubahan besar dan posisi Soeharto dalam pemerintahan semakin kuat.

Mengenai pihak yang bertanggung jawab atas G30S, terdapat perbedaan pandangan dalam berbagai kajian sejarah. Pemerintah Orde Baru menyebut PKI sebagai pihak yang berada di balik gerakan tersebut.

Namun, sejumlah sejarawan dan penelitian kemudian membahas kemungkinan adanya faktor lain, seperti konflik internal di tubuh Angkatan Darat serta kepentingan berbagai pihak.

Karena itu, pembahasan mengenai G30S hingga kini masih menjadi bagian dari kajian dan perdebatan sejarah Indonesia.

Setelah peristiwa G30S, terjadi penangkapan dan kekerasan terhadap orang-orang yang dituduh memiliki hubungan dengan PKI maupun komunisme di berbagai wilayah Indonesia.

Rangkaian kekerasan pada 1965–1966 tersebut kemudian menjadi salah satu bagian penting dan kelam dalam sejarah Indonesia serta masih terus dipelajari dan dibahas hingga saat ini.


FAQ

1. Kenapa bendera setengah tiang setiap 30 September?

Bendera Merah Putih dikibarkan setengah tiang pada 30 September sebagai tanda penghormatan dan berkabung dalam rangka mengenang korban peristiwa G30S 1965.

2. Apa yang diperingati pada 30 September?

Tanggal 30 September berkaitan dengan rangkaian peringatan peristiwa Gerakan 30 September 1965. Peringatan tersebut kemudian berlanjut dengan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober.

3. Kapan Hari Kesaktian Pancasila diperingati?

Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap 1 Oktober.

4. Kenapa 1 Oktober bendera kembali dikibarkan satu tiang?

Setelah pada 30 September dikibarkan setengah tiang sebagai tanda berkabung, pada 1 Oktober bendera dikibarkan satu tiang penuh sebagai bagian dari pelaksanaan peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

5. Apa yang terjadi dalam peristiwa G30S 1965?

G30S merupakan peristiwa politik dan militer pada malam 30 September hingga 1 Oktober 1965. Sejumlah perwira Angkatan Darat menjadi korban penculikan dan pembunuhan. Enam jenderal dan Kapten Pierre Tendean kemudian ditemukan di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur.


Kesimpulan

Pengibaran bendera Merah Putih setengah tiang setiap 30 September merupakan bagian dari rangkaian peringatan yang berkaitan dengan peristiwa G30S 1965.

Tanggal tersebut menjadi momentum untuk mengenang para korban, sebelum pada 1 Oktober dilaksanakan peringatan Hari Kesaktian Pancasila dengan bendera kembali dikibarkan satu tiang penuh.

Memahami sejarah G30S penting agar masyarakat dapat melihat peristiwa tersebut dalam konteks sejarah Indonesia yang lebih luas, termasuk berbagai kajian dan perdebatan mengenai peristiwa 1965.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.