Akurat Logo

Kenapa Ikan Nila Hitam Sulit Dibasmi? Populasinya Sudah Menyebar di Thailand

Dani Zahra | 28 September 2026, 10:21 WIB
Kenapa Ikan Nila Hitam Sulit Dibasmi? Populasinya Sudah Menyebar di Thailand
Ikan nila dagu hitam. - animalia.bio

AKURAT.CO Ikan nila hitam atau blackchin tilapia tengah menjadi persoalan serius di Thailand. Populasinya berkembang pesat dan mulai mengubah keseimbangan ekosistem di sejumlah wilayah.

Spesies yang berasal dari Afrika Barat ini bukan sekadar memenuhi perairan. Ikan tersebut memangsa berbagai hewan air, termasuk udang, kepiting, dan ikan lokal yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem.

Baca Juga: Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya

Salah satu alasan ikan nila hitam sulit dikendalikan adalah kemampuannya beradaptasi dengan lingkungan. Spesies ini dapat hidup di perairan tawar maupun payau sehingga tidak mudah dibatasi pada satu habitat tertentu.

Kemampuan berkembang biaknya juga membuat upaya penangkapan harus dilakukan secara berulang. Ketika sebagian populasi berhasil dikurangi, jumlahnya dapat kembali meningkat karena reproduksinya berlangsung cepat.

Penyebarannya di Thailand kini telah mencapai sedikitnya 19 provinsi. Ikan tersebut bahkan ditemukan di kawasan kanal Bangkok hingga perairan pesisir di sekitar Pattaya.

Dampaknya mulai terlihat dari menurunnya keberadaan sejumlah spesies asli. Nelayan setempat mengaku semakin sulit menemukan beberapa jenis ikan dan kepiting yang sebelumnya mudah dijumpai.

Kerugian ekonomi juga ikut muncul. Salah satu petambak bahkan kehilangan sebagian besar benih udang setelah dimangsa ikan nila hitam dalam jumlah besar.

Pemerintah Thailand telah mencoba berbagai metode untuk menekan populasinya. Mulai dari menangkap ikan secara massal, menggunakan predator alami, hingga mengembangkan ikan nila hitam yang dibuat mandul.

Namun, metode tersebut belum menyelesaikan persoalan secara menyeluruh. Para ahli menilai karakter ikan yang mudah beradaptasi membuat pemberantasan total menjadi tantangan besar.

Karena sulit dibasmi, muncul gagasan untuk mengubah ikan invasif tersebut menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Pemanfaatannya antara lain diarahkan sebagai bahan pangan atau pakan ternak.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Dani Zahra
Reporter
Dani Zahra
Dani Zahra