10 Tips Mulai Lari untuk Pemula agar Tidak Cepat Capek dan Tetap Konsisten

AKURAT.CO Inilah tips mulai lari untuk pemula yang menjadi salah satu olahraga yang praktis karena tidak membutuhkan banyak peralatan dan bisa dilakukan hampir di mana saja.
Namun, bagi pemula, langsung berlari dengan jarak jauh atau kecepatan tinggi justru bisa membuat tubuh cepat lelah dan sulit konsisten.
Karena itu, penting mengetahui tips mulai lari yang tepat agar tubuh dapat beradaptasi secara bertahap dan aktivitas olahraga terasa lebih nyaman.
Baca Juga: Bukan Kejar Kecepatan, Penempatan Manajer Kopdes dan KNMP Utamakan Kepastian Kerja
Tips Mulai Lari untuk Pemula
1. Mulai dari jalan kaki
Kalau belum terbiasa berolahraga, awali dengan jalan cepat 15–30 menit. Setelah tubuh mulai terbiasa, selingi jalan dengan lari ringan.
2. Gunakan metode jalan-lari
Contohnya lari pelan 1 menit, kemudian jalan 2 menit. Ulangi selama 20–30 menit. Durasi lari bisa ditambah perlahan seiring meningkatnya stamina.
3. Jangan langsung mengejar kecepatan
Gunakan pace yang memungkinkan kamu masih bisa berbicara dalam kalimat pendek. Lari terlalu cepat di awal justru membuat cepat lelah dan sulit konsisten.
4. Lakukan pemanasan
Sebelum mulai, lakukan beberapa menit jalan santai dan gerakan dinamis untuk mempersiapkan tubuh.
5. Pilih sepatu yang nyaman
Tidak harus sepatu paling mahal. Yang penting ukurannya pas, nyaman, dan sesuai untuk aktivitas lari.
Baca Juga: BPJPH Apresiasi PT Anindya Wiraputra Siap Verifikasi Produk Halal di Luar Negeri
6. Jangan lari setiap hari saat baru mulai
Berikan waktu istirahat agar tubuh dapat beradaptasi. Misalnya mulai 2–3 kali seminggu dengan jeda di antara sesi.
7. Naikkan durasi secara bertahap
Jangan tiba-tiba menambah jarak atau durasi secara drastis. Jika tubuh sudah terbiasa, tingkatkan sedikit demi sedikit.
8. Perhatikan kondisi tubuh
Rasa pegal ringan setelah olahraga bisa terjadi, tetapi nyeri tajam, pusing, sesak yang tidak biasa, atau keluhan yang menetap sebaiknya tidak dipaksakan.
9. Jaga hidrasi
Minum cukup sebelum dan setelah berlari, terutama ketika cuaca panas atau durasi latihan lebih panjang.
10. Buat target yang realistis
Untuk pemula, target seperti bisa rutin lari 20–30 menit tanpa berhenti lebih realistis daripada langsung menargetkan 5K atau 10K dengan waktu tertentu.
FAQ
1. Bagaimana cara mulai lari untuk pemula?
Pemula bisa mengawali dengan jalan cepat selama 15–30 menit. Setelah tubuh mulai terbiasa, kombinasikan jalan dengan lari ringan dan tingkatkan durasinya secara bertahap.
2. Berapa kali seminggu sebaiknya pemula lari?
Pemula dapat mencoba lari sekitar 2–3 kali seminggu dengan jeda istirahat di antara sesi. Frekuensinya dapat disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan tubuh.
3. Apakah pemula boleh langsung lari setiap hari?
Sebaiknya tidak langsung lari setiap hari. Tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi dan beristirahat, terutama ketika sebelumnya jarang berolahraga.
4. Apakah harus menggunakan sepatu lari khusus?
Sepatu yang nyaman dan ukurannya sesuai dapat membantu membuat aktivitas lari lebih nyaman. Tidak harus memilih sepatu dengan harga mahal, tetapi sebaiknya gunakan alas kaki yang memang sesuai untuk aktivitas olahraga.
5. Berapa lama lari untuk pemula?
Tidak ada durasi yang sama untuk semua orang. Sebagai awal, latihan selama 20–30 menit dengan kombinasi jalan dan lari ringan dapat menjadi pilihan. Durasi kemudian bisa ditingkatkan secara perlahan.
6. Mengapa pemula sebaiknya tidak langsung mengejar kecepatan?
Lari terlalu cepat dapat membuat tubuh lebih cepat lelah dan menyulitkan pemula untuk menjaga konsistensi. Lebih baik membangun daya tahan terlebih dahulu sebelum meningkatkan kecepatan.
Kesimpulan
Memulai olahraga lari tidak harus langsung dengan jarak jauh atau kecepatan tinggi. Pemula dapat mengawali latihan dengan jalan kaki, menggunakan metode jalan-lari, melakukan pemanasan, serta memberikan waktu istirahat bagi tubuh.
Pilih sepatu yang nyaman, jaga hidrasi, dan tingkatkan durasi latihan secara bertahap. Dengan target yang realistis, kebiasaan lari akan lebih mudah dibangun dan dijaga secara konsisten.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 5Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 6Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 7Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 8Gerindra Buka Pintu Koalisi 2029, Begini Respons PDIP
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta






