Akurat Logo

Jadwal 10 Fenomena Langit September 2026 yang Wajib Dinantikan Pengamat Astronomi, Catat Tanggalnya!

Putri Chandra | 1 September 2026, 13:36 WIB
Jadwal 10 Fenomena Langit September 2026 yang Wajib Dinantikan Pengamat Astronomi, Catat Tanggalnya!
Ilustrasi, Jadwal fenomena langit September 2026 - Magnific

AKURAT.CO Inilah jadwal fenomena langit September 2026 yang akan dihiasi berbagai fenomena astronomi menarik yang sayang untuk dilewatkan.

Sepanjang bulan ini, pengamat langit dapat menyaksikan sejumlah peristiwa, mulai dari hujan meteor hingga Bulan yang tampak berdekatan dengan beberapa planet.

Selain itu, terdapat pula fenomena astronomi penting seperti ekuinoks September dan Bulan Purnama yang dikenal dengan istilah Harvest Moon atau Bulan Panen.

Beberapa fenomena bahkan dapat diamati dengan mata telanjang jika kondisi cuaca cerah dan lokasi pengamatan minim polusi cahaya.

Lantas, apa saja fenomena langit September 2026 yang menarik untuk diamati? Berikut daftar lengkap beserta tanggal terjadinya.

Baca Juga: Buku Sejarah Indonesia Terbaru Bisa Dibaca Online, Cek Link Resmi dan Cara Akses


Fenomena Langit September 2026

1. Hujan Meteor Aurigid — 1 September 2026

September 2026 akan diawali dengan puncak hujan meteor Aurigid pada 1 September. Fenomena ini sebenarnya sudah aktif sejak sekitar 28 Agustus dan masih dapat berlangsung hingga 5 September.

Pada kondisi langit yang ideal dan minim polusi cahaya, pengamat diperkirakan dapat melihat hingga sekitar enam meteor setiap jam. pengamatan sebaiknya dilakukan dari tempat yang gelap dan jauh dari cahaya perkotaan.

2. Konjungsi Bulan dan Mars — 6 September 2026

Pada 6 September, Bulan dan Mars akan terlihat berdekatan di langit. Keduanya berada di kawasan rasi Gemini sehingga dapat menjadi pemandangan menarik bagi penggemar astronomi.

Konjungsi merupakan istilah yang digunakan ketika dua atau lebih benda langit tampak berdekatan jika dilihat dari Bumi. Meski sebenarnya berada pada jarak yang sangat jauh satu sama lain, posisi keduanya dari sudut pandang pengamat di Bumi terlihat berdekatan.

Baca Juga: China Masters: Status Unggulan Pertama Tak Jadi Beban, Jonatan Christie Lewati Ujian Perdana

3. Okultasi Bulan dan Jupiter — 8 September 2026

Fenomena menarik lainnya terjadi pada 8 September, yaitu okultasi Bulan dan Jupiter. Okultasi terjadi ketika sebuah benda langit tampak melintas di depan benda langit lainnya dari sudut pandang pengamat.

Dalam fenomena ini, Bulan dapat terlihat melintas di depan Jupiter dan bahkan menutupi planet tersebut dari pandangan pengamat di wilayah tertentu.

Namun, fenomena tersebut tidak dapat dilihat dari semua lokasi di Bumi. Di beberapa wilayah lainnya, Bulan dan Jupiter hanya akan tampak berdekatan.

4. Bulan Baru — 11 September 2026

Pada 11 September, Bulan akan memasuki fase Bulan Baru. Pada fase ini, bagian Bulan yang menghadap Bumi tidak mendapatkan cahaya Matahari sehingga Bulan akan sangat sulit atau bahkan tidak terlihat dari Bumi.

Meski demikian, Bulan Baru justru menjadi waktu yang menarik bagi pengamat bintang. Cahaya Bulan yang minim membuat langit malam menjadi lebih gelap sehingga objek-objek langit yang redup dapat terlihat lebih jelas.

5. Okultasi Bulan dan Venus — 14 September 2026

Pada 14 September, Bulan akan mengalami okultasi terhadap Venus dari sejumlah wilayah di Bumi. Artinya, dari lokasi tertentu, Bulan dapat terlihat melintas di depan Venus sehingga planet tersebut untuk sementara tertutup oleh Bulan.

Namun, seperti halnya okultasi Jupiter, fenomena ini tidak bisa disaksikan dengan cara yang sama dari seluruh wilayah Bumi.

6. Hujan Meteor Epsilon Perseid — September 2026

September juga menjadi waktu berlangsungnya hujan meteor Epsilon Perseid. Fenomena ini masih aktif hingga sekitar 21 September 2026.

Jumlah meteor yang dihasilkan hujan meteor ini tergolong tidak terlalu banyak. Meski begitu, Epsilon Perseid tetap menarik untuk diamati, terutama bagi orang yang ingin mencoba melihat fenomena meteor di langit malam.

7. Ekuinoks September — 23 September 2026

Pada 23 September terjadi ekuinoks September, salah satu peristiwa penting dalam astronomi. Ekuinoks terjadi ketika posisi Matahari berada tepat di atas garis ekuator Bumi.

Pada periode ini, durasi siang dan malam di berbagai wilayah Bumi menjadi hampir sama. Ekuinoks September juga menjadi penanda pergantian musim.

Di Belahan Bumi Utara, peristiwa ini menandai awal musim gugur, sedangkan di Belahan Bumi Selatan menandai awal musim semi.

8. Harvest Moon — 26 September 2026

Pada 26 September akan terjadi Bulan Purnama yang dikenal dengan nama populer Harvest Moon atau Bulan Panen.

Istilah Harvest Moon memiliki kaitan dengan tradisi masyarakat di masa lalu, terutama di wilayah yang mengalami musim panen pada sekitar waktu ekuinoks.

Cahaya Bulan yang terang pada malam hari dianggap membantu memberikan penerangan tambahan sehingga aktivitas panen dapat dilakukan lebih lama.

9. Konjungsi Bulan dan Saturnus — 27 September 2026

Sehari setelah Harvest Moon, tepatnya pada 27 September, Bulan akan tampak berdekatan dengan Saturnus.

Fenomena ini dapat menjadi kesempatan bagi pengamat langit untuk melihat kedua benda langit tersebut dalam satu area pandang. Pengamatan akan lebih menarik jika dilakukan ketika langit cerah dan dari lokasi yang minim gangguan cahaya.

10. Rasi Cassiopeia — Sepanjang September

Selain fenomena yang terjadi pada tanggal tertentu, rasi Cassiopeia juga menarik untuk dicari sepanjang September.

Cassiopeia merupakan salah satu rasi yang cukup mudah dikenali karena memiliki pola lima bintang utama yang menyerupai huruf W atau M. Bentuk tersebut dapat terlihat berbeda tergantung posisi dan orientasi pengamat saat melihatnya dari Bumi.


FAQ

1. Apa saja fenomena langit September 2026?

Fenomena langit September 2026 antara lain hujan meteor Aurigid, konjungsi Bulan dan Mars, okultasi Bulan dan Jupiter, Bulan Baru, okultasi Bulan dan Venus, hujan meteor Epsilon Perseid, ekuinoks September, Harvest Moon, konjungsi Bulan dan Saturnus, serta kemunculan rasi Cassiopeia.

2. Kapan hujan meteor Aurigid mencapai puncaknya?

Hujan meteor Aurigid diperkirakan mencapai puncaknya pada 1 September 2026 dan masih aktif hingga sekitar 5 September.

3. Kapan terjadi konjungsi Bulan dan Mars?

Konjungsi Bulan dan Mars diperkirakan terjadi pada 6 September 2026. Keduanya akan tampak berdekatan di langit dari sudut pandang pengamat di Bumi.

4. Apa itu Harvest Moon?

Harvest Moon merupakan sebutan populer untuk Bulan Purnama yang terjadi di sekitar periode ekuinoks. Istilah Bulan Panen berasal dari tradisi masyarakat di masa lalu yang memanfaatkan cahaya Bulan untuk membantu aktivitas panen.

5. Kapan ekuinoks September 2026 terjadi?

Ekuinoks September diperkirakan terjadi pada 23 September 2026. Peristiwa ini menandai pergantian musim di belahan Bumi Utara dan Selatan.


Kesimpulan

September 2026 menjadi salah satu bulan yang menarik bagi penggemar astronomi karena menghadirkan beragam fenomena langit, mulai dari hujan meteor hingga peristiwa Bulan yang tampak berdekatan dengan planet.

Beberapa fenomena yang patut dinantikan adalah hujan meteor Aurigid, konjungsi Bulan dan Mars, ekuinoks September, Harvest Moon, serta konjungsi Bulan dan Saturnus. Rasi Cassiopeia juga dapat menjadi objek menarik untuk dicari sepanjang bulan.

Untuk mendapatkan pengalaman pengamatan terbaik, pilih lokasi yang minim polusi cahaya, pastikan kondisi cuaca mendukung, dan perhatikan waktu terjadinya setiap fenomena.

Perlu diingat, tidak semua fenomena dapat terlihat dari seluruh wilayah Indonesia karena visibilitasnya bergantung pada lokasi pengamat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.