PIK2: Konten Digital Harus Didukung Pengalaman Nyata Pengunjung

AKURAT.CO Perkembangan media digital membuat sebuah kawasan atau destinasi dapat dikenal luas melalui konten di media sosial.
Namun, pengenalan digital perlu diimbangi dengan pengalaman nyata yang konsisten agar kepercayaan publik tetap terjaga.
Pesan tersebut mengemuka dalam Impact Digital Media Forum 2026 bertema Precision, Accuracy, Credibility, and Trustyang digelar di Signature Gallery PIK2.
Forum ini menghadirkan pelaku industri digital, kreator konten, media, serta sekitar 250 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Advertising & Promotion Director Agung Sedayu Group, Miranda DWK, mengatakan, konten digital berperan penting dalam membangun impresi awal masyarakat terhadap sebuah produk, merek, maupun destinasi.
Namun, kualitas konten harus selaras dengan pengalaman yang diperoleh pengunjung saat datang langsung ke lokasi.
“Konten sebagus apa pun tetap harus diikuti oleh pengalaman nyata yang juga baik. Selalu berangkat dari konten menuju pengalaman,” ujar Miranda, Selasa (23/6/2026).
Menurut dia, strategi komunikasi digital tidak cukup hanya mengandalkan visual, promosi, atau viralitas di media sosial.
Masyarakat kini dapat dengan mudah membandingkan informasi yang mereka lihat di dunia digital dengan kondisi yang mereka alami secara langsung.
Baca Juga: Sultan Hamengku Buwono II dalam Lensa Teori Kebijakan Publik
“Ketika kami menyampaikan tentang sebuah brand atau produk di media sosial, maka pengalaman yang dirasakan konsumen juga harus baik. Kalau tidak, manfaatnya menjadi hilang,” katanya.
Ia menilai keberhasilan sebuah kawasan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menarik perhatian pada kunjungan pertama, tetapi juga oleh kualitas layanan, kenyamanan, dan daya tarik yang membuat pengunjung ingin kembali.
“Media sosial adalah tempat membangun impresi awal, tetapi pengalaman langsung yang akan memperkuatnya,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, peserta juga membahas perkembangan media dan teknologi, strategi komunikasi, pengembangan audiens, kreativitas, serta peluang kolaborasi lintas industri untuk menciptakan dampak yang lebih luas.
Salah satu peserta, mahasiswa Universitas Paramadina Slavina, mengaku memiliki pengalaman positif saat berkunjung ke PIK dan PIK2.
Menurutnya, kemudahan akses transportasi menjadi salah satu keunggulan kawasan tersebut.
“Pertama kali saya ke PIK naik busway, lalu melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi yang tersedia untuk berkeliling hingga PIK2,” katanya.
Ia juga mengapresiasi layanan transportasi internal yang dapat dimanfaatkan pengunjung secara gratis.
“Menurut saya itu sangat membantu untuk mengelilingi kawasan PIK dan PIK2,” ujarnya.
Melalui Impact Digital Media Forum 2026, PIK2 menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang presisi, akurat, kredibel, dan dapat dipercaya.
Nilai-nilai tersebut tidak hanya tercermin dalam konten digital, tetapi juga harus hadir dalam pengalaman yang dirasakan langsung oleh pengunjung.
Baca Juga: 1.151 Km Jalan Daerah Diresmikan, Biaya Angkut Jadi Lebih Murah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









