NICE PIK2 Bidik Panggung Regional, Perkuat Posisi Indonesia di Industri MICE ASEAN

AKURAT.CO Nusantara International Convention Exhibition atau NICE Indonesia mulai menegaskan posisinya dalam industri MICE regional.
Venue yang berada di kawasan PIK2, Jakarta, itu resmi menjalin kemitraan strategis dengan Malaysia International Trade and Exhibition Centre atau MITEC.
Kolaborasi tersebut diumumkan dalam ajang Thailand MICE Exchange atau TMX 2026 di Bangkok, Thailand, pada 30 April 2026.
Kerja sama ini menjadi langkah NICE untuk membawa industri MICE Indonesia masuk lebih kuat ke jejaring Asia Tenggara.
Managing Director NICE, Ryan Adrian, mengatakan kemitraan dengan MITEC membuka peluang baru bagi pelaku industri nasional.
Ryan menilai industri MICE Indonesia membutuhkan konektivitas yang lebih luas agar dapat menjangkau pasar regional.
Karena itu, kolaborasi lintas negara menjadi salah satu strategi penting.
“Melalui kemitraan ini, kami dapat membuka peluang baru untuk pameran dagang, memperdalam kolaborasi industri, serta menciptakan nilai lebih besar bagi seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya, Jumat (1/5/2026).
Baca Juga: PIK2 Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Global di Sektor Properti
NICE memiliki skala besar untuk menopang agenda tersebut. Venue ini berdiri di atas area lebih dari 130.000 meter persegi di kawasan PIK2, Jakarta.
Fasilitas NICE mencakup 11 exhibition hall, convention hall, atrium, dan area outdoor. Dengan kapasitas tersebut, NICE diproyeksikan menjadi salah satu simpul utama pariwisata bisnis Indonesia.
Melalui kerja sama dengan MITEC, NICE akan masuk dalam agenda pertukaran informasi pasar antarnegara, identifikasi peluang bisnis baru, serta pengembangan pameran dagang dan platform industri.
Kolaborasi itu juga diarahkan untuk memperkuat hubungan sektor publik dan swasta dalam ekosistem business events.
Chief Executive Officer MITEC, Mala Dorasamy, mengatakan venue MICE kini memiliki fungsi yang lebih luas dari sekadar ruang kegiatan.
“Kami tidak hanya menjadi venue, tetapi juga platform yang mendorong perdagangan, memperkuat kolaborasi, dan menciptakan dampak ekonomi lintas negara,” ujar Mala.
MITEC merupakan pusat pameran dan perdagangan terbesar di Malaysia. Venue ini berada di bawah Malaysia External Trade Development Corporation atau MATRADE.
MITEC memiliki luas lebih dari 52.000 meter persegi dengan 11 hall, termasuk aula tanpa tiang terbesar di kawasan.
MITEC juga meraih penghargaan World’s Leading Meetings & Conference Centre dan Asia’s Leading Meetings & Conference Centre pada World Travel Awards 2024.
Deputy CEO MITEC, Winnee Lim, mengatakan kerja sama ini disiapkan sebagai kerangka praktis agar kedua pihak dapat merespons kebutuhan industri secara cepat.
“Kolaborasi ini memungkinkan kedua organisasi merespons dinamika industri secara lebih efektif dan memberikan nilai tambah bagi klien,” ujarnya.
Baca Juga: Ribuan Buruh Padati Monas, Tuntut Kesejahteraan dan Penghapusan Outsourcing
Kemitraan NICE dan MITEC bersifat non-eksklusif. Dengan model ini, kedua pihak tetap memiliki ruang untuk menjalin kerja sama lain di pasar masing-masing.
Bagi Indonesia, langkah NICE menjadi sinyal bahwa infrastruktur MICE nasional mulai mengambil tempat lebih serius dalam rantai industri business events ASEAN.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









