Media Sosial Kian Dominan dalam Pencarian Properti

AKURAT.CO Media sosial kini menjadi kanal utama bagi masyarakat dalam mencari informasi properti.
Calon pembeli, khususnya dari kalangan milenial dan generasi Z, tidak lagi hanya mengandalkan brosur, pameran, atau iklan konvensional sebelum menentukan pilihan hunian.
Hal tersebut disampaikan influencer sekaligus konsumen properti, Aya Choiriyah, dalam Seminar Property Outlook bertajuk “Membaca Arah Perkembangan dan Peluang Pasar Properti di Tahun 2026” di PIK Avenue, Jumat (24/4/2026).
Menurut Aya, media sosial memudahkan calon pembeli untuk membandingkan berbagai proyek properti.
Melalui platform digital, mereka dapat melihat fasilitas, membaca ulasan konsumen, hingga menilai gaya hidup yang ditawarkan suatu kawasan.
“Pengaruh media sosial sangat besar dalam mencari properti,” ujarnya.
Ia menjelaskan, generasi muda kini cenderung melakukan riset digital sebelum mengunjungi lokasi secara langsung.
Konten video, ulasan pengguna, akses kawasan, fasilitas sekitar, desain hunian, hingga suasana lingkungan menjadi bahan pertimbangan utama.
Pola ini, kata Aya, menuntut pengembang untuk lebih serius mengelola informasi di kanal digital.
Konten yang disajikan tidak hanya harus menarik secara visual, tetapi juga informatif dan mampu menjawab kebutuhan calon pembeli.
Baca Juga: Purbaya Copot Febrio Kacaribu dan Luky Alfirman dari Cluster Kemenkeu, Ini Alasannya
“Milenial juga mempertimbangkan akses. Itu menjadi salah satu faktor penting sebelum membeli properti,” katanya.
Ia menambahkan, akses menjadi krusial karena generasi muda membutuhkan hunian yang terhubung dengan tempat kerja, pusat aktivitas, transportasi, ruang publik, serta fasilitas gaya hidup.
Selain itu, Aya turut membagikan pengalamannya sebagai konsumen kredit pemilikan rumah (KPR). Ia menilai suku bunga menjadi faktor yang paling berpengaruh dalam perjalanan mencicil properti.
“Sebagai konsumen, harapannya bunga KPR tidak terlalu tinggi karena perubahan cicilan sangat terasa setiap bulan,” ujarnya.
Menurutnya, keputusan membeli properti saat ini tidak lagi semata-mata didasarkan pada harga.
Calon pembeli juga mempertimbangkan lingkungan, akses, fasilitas, hingga gaya hidup yang ditawarkan kawasan tersebut.
“Orang sekarang melihat properti bukan hanya dari harga, tetapi juga lingkungan, akses, dan gaya hidupnya,” ucap Aya.
Ia menegaskan, media sosial dapat menjadi jembatan efektif antara pengembang dan konsumen.
Namun, informasi yang disampaikan harus tetap akurat agar calon pembeli dapat mengambil keputusan secara matang.
Baca Juga: Harga Plastik Menjulang, Kemenperin Dorong Kemasan Aseptik pada Makanan dan Minuman
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T






