Ustazah Sejabodetabek Kunjungi Menara Syariah PIK 2, Kenali Pusat Ekonomi Syariah Terpadu

AKURAT.CO Menara Syariah di kawasan CBD PIK 2 menerima kunjungan Forum Silaturahmi Ustazah Sejabodetabek dalam rangka silaturahmi sekaligus mengenal lebih dekat pengembangan kawasan yang digadang sebagai pusat keuangan syariah terbesar di Asia Tenggara.
Dalam agenda tersebut, rombongan tidak hanya mengunjungi Menara Syariah, tetapi juga mendatangi Masjid Al Ikhlas PIK yang berada di kawasan Riverwalk Island.
Selain itu, peserta turut diperkenalkan dengan berbagai fasilitas di kawasan Pantai Indah Kapuk 2.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat, khususnya kalangan ustazah dan tokoh perempuan Muslim, terhadap pengembangan kawasan PIK 2 yang mengusung konsep inklusif dan berkelanjutan.
Melalui kunjungan ini, diharapkan muncul ruang diskusi dan kontribusi pemikiran yang mendukung penguatan ekonomi syariah nasional.
Direktur Utama Agung Sedayu Group, Nono Sampono, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan tersebut.
Forum Silaturahmi Ustazah Sejabodetabek.
Baca Juga: Masuk Grup Neraka AVC Men's Cup 2026, Timnas Voli Indonesia Ditantang Raksasa Asia
Ia menegaskan, pembangunan Menara Syariah merupakan bagian dari visi besar dalam memperkuat ekosistem ekonomi nasional, khususnya sektor syariah.
“Menara Syariah ini dibangun sebagai salah satu pilar pengembangan ekonomi. Kami melihat ekonomi syariah memiliki potensi besar karena Indonesia adalah negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia,” ujarnya.
Menurut Nono, perekonomian Indonesia ditopang oleh tiga pilar utama, yakni ekonomi konvensional, UMKM, dan ekonomi syariah.
Ketiganya dinilai saling melengkapi dalam mendorong pertumbuhan nasional yang berkelanjutan.
Sementara itu, perwakilan Forum Ustazah yang juga Rektor Institut STIAMI periode 2024–2029, Sylviana Murni, menilai kawasan tersebut memiliki potensi besar sebagai pusat kegiatan keumatan.
Ia menyoroti keberadaan masjid yang representatif dan nyaman sebagai daya tarik utama bagi masyarakat.
“Tempat ini sangat potensial untuk kegiatan keagamaan. Masjidnya indah dan suasananya mendukung kekhusyukan, bahkan mengingatkan pada masjid di Saudi Arabia,” ungkapnya.
Kunjungan ini menunjukkan bahwa pengembangan kawasan modern tidak hanya berfokus pada aspek bisnis dan infrastruktur, tetapi juga membuka ruang bagi penguatan nilai spiritual, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan konsep tersebut, Menara Syariah dan Masjid Al Ikhlas PIK diharapkan dapat menjadi pusat baru bagi pertumbuhan ekonomi syariah sekaligus aktivitas dakwah di kawasan PIK 2.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 10Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto







