Kenapa Langit Berubah Warna Saat Matahari Terbenam? Ini Penjelasan Ilmiahnya

AKURAT.CO Banyak orang penasaran kenapa langit bisa berubah menjadi orange, merah, bahkan ungu ketika matahari terbenam. Fenomena ini terjadi karena cahaya matahari mengalami hamburan saat melewati atmosfer.
BMKG menjelaskan bahwa cahaya dengan panjang gelombang pendek lebih mudah terhambur, sehingga warna yang tersisa saat senja adalah merah dan jingga. Artikel ini membahas proses tersebut dengan jelas.
Baca Juga: Nikmati Keindahan Matahari Terbenam dari Bar di Resor Ini
Apa Penyebab Langit Berubah Warna Saat Matahari Terbenam?
Menurut BMKG, ketika matahari berada rendah di horizon, cahaya harus menembus lapisan atmosfer yang lebih tebal sehingga cahaya biru dengan panjang gelombang pendek terhambur ke segala arah dan menghilang dari pandangan, sementara cahaya merah dan oranye yang memiliki gelombang lebih panjang tetap terlihat, inilah alasan utama langit tampak lebih hangat saat senja.
Proses Rayleigh Scattering: Penyebab Utama Warna Senja
Fenomena ini disebut Rayleigh scattering, yaitu proses hamburan cahaya oleh partikel kecil di atmosfer.
Singkatnya:
Cahaya biru : mudah terhambur
Cahaya merah : lebih sulit terhambur
Saat senja, jalur cahaya semakin panjang karena posisi matahari lebih rendah.
Akibatnya, cahaya biru makin banyak terhambur, sedangkan warna merah mendominasi.
Faktor yang Mempengaruhi Warna Matahari Terbenam
Beberapa kondisi membuat warna senja berubah-ubah.
1. Polusi dan Partikel Debu
Partikel polusi dan debu dapat memperkuat warna merah.
2. Kelembapan Udara
Kadar air yang tinggi bisa membuat warna lebih lembut dan pastel.
3. Awan
Awan tinggi seperti cirrus dapat memantulkan cahaya merah sehingga langit terlihat lebih cerah dan dramatis.
4. Lokasi dan Musim
National Geographic Indonesia mencatat bahwa daerah tropis sering menampilkan warna senja yang lebih intens karena atmosfernya kaya partikel.
Baca Juga: Wajib Dikunjungi! 5 Lokasi Asyik Berburu Senja di Yogyakarta
Kenapa Kadang Ada Warna Ungu Saat Senja?
National Geographic Indonesia juga menjelaskan bahwa warna ungu muncul dari campuran cahaya merah yang dominan dan sedikit cahaya biru yang tersisa di atmosfer.
Fenomena ini lebih terlihat ketika udara sangat bersih setelah hujan.
Langit berubah warna saat matahari terbenam karena cahaya biru terhambur oleh atmosfer, sementara warna merah dan orange yang berpanjang gelombang lebih panjang tetap terlihat.
Warna langit saat matahari terbenam dipengaruhi oleh proses hamburan cahaya, terutama Rayleigh scattering.
Cahaya biru terhambur semakin banyak, sementara merah dan oranye lebih dominan.
Faktor seperti polusi, awan, dan kelembapan membuat warna sunset bervariasi. Pemahaman ini menunjukkan bahwa setiap keindahan senja adalah hasil interaksi rumit antara cahaya dan atmosfer.
Arika Yafi Fawazzain (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 6Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat
- 10Panggil Bahlil ke Istana, Prabowo Terima Laporan Penguatan Tata Kelola Migas dan Peningkatan Layanan Energi





