Waspada! Bullying di Era Digital Picu Depresi hingga Ide Bunuh Diri pada Gen Z

AKURAT.CO Perundungan (bullying) di kalangan Generasi Z kian menjadi perhatian serius, seiring meningkatnya tekanan sosial dan tantangan kesehatan mental di era digital.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, mengungkapkan, berdasarkan Journal of Affective Disorders tahun 2025, praktik bullying—baik fisik, verbal, maupun siber—berdampak signifikan terhadap kesehatan mental anak dan remaja di seluruh dunia.
“Secara global, bullying menyebabkan kecemasan, depresi, hingga munculnya ide bunuh diri. Satu dari empat anak mengalaminya, dengan efek jangka panjang terhadap kepercayaan diri,” ujar Wihaji dalam keterangannya, Jumat (19/12/2025).
Ia menegaskan bahwa perundungan dalam bentuk apa pun tidak dapat ditoleransi dan harus dilawan secara kolektif.
Karena itu, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga menggelar kegiatan Gen Z Fest: The Next Wave of Digital Natives sebagai upaya mendorong kesadaran bersama serta peran aktif generasi muda dalam mencegah bullying dan memperkuat ketahanan keluarga.
“Tugas negara dan pemerintah adalah memastikan bahwa segala bentuk bullying, apa pun alasannya, harus kita lawan bersama,” tegasnya.
Baca Juga: IWIP Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh, Sumbar, dan Sumut
Wihaji menjelaskan, Generasi Z merupakan kelompok penduduk yang tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Di satu sisi, kondisi ini memberi akses informasi yang luas dan ruang kreativitas, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan serius, mulai dari perundungan di ruang fisik dan digital, tekanan sosial, hingga persoalan kesehatan mental.
Oleh karena itu, menurutnya, dibutuhkan pendekatan komunikasi yang relevan dan dekat dengan dunia anak muda.
Ia meyakini Gen Z Fest dapat menjadi ruang dialog nasional yang memadukan unsur edukasi, hiburan, serta partisipasi aktif generasi muda.
“Kegiatan ini menghadirkan talkshow interaktif bersama Menteri, pertunjukan musik, serta keterlibatan influencer dan content creator untuk mengampanyekan nilai kesehatan mental, anti-bullying, dan penguatan peran keluarga,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap dapat membangun kedekatan emosional dengan Generasi Z, menumbuhkan kesadaran kolektif, serta mendorong peran aktif anak muda sebagai agen perubahan dalam pembangunan keluarga dan masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









