6 Efek Cuaca Panas terhadap Kesehatan: Waspadai Dehidrasi dan Heatstroke!

AKURAT.CO Efek cuaca panas terhadap kesehatan perlu diperhatikan untuk menghindari dampak negatif suhu tinggi.
Musim panas sering kali datang dengan cuaca yang sangat terik dan paparan sinar matahari yang intens.
Kondisi ini dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama jika masyarakat tidak melakukan langkah-langkah pencegahan yang tepat.
Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk memahami berbagai efek cuaca panas terhadap kesehatan, sehingga bisa menghindari penyakit yang kerap muncul.
Baca Juga: Tips Aman Beraktivitas di Luar Ruangan Saat Cuaca Panas Ekstrem, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Efek Cuaca Panas terhadap Kesehatan
Berikut beberapa efek cuaca panas ekstrem yang umum terjadi di Indonesia menurut informasi dari situs resmi Kemenkes, beserta gejala dan penyebabnya:
1. Dehidrasi
Dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan terlalu banyak cairan dan tidak mendapat asupan air yang cukup.
Gejalanya antara lain rasa haus berlebihan, kelelahan, pusing, kulit kering, serta warna urin yang keruh atau lebih gelap dari biasanya.
2. Heatstroke
Heatstroke atau serangan panas ini merupakan kondisi serius yang terjadi ketika suhu tubuh naik drastis akibat paparan panas dalam waktu lama. Hal ini dapat memicu kerusakan organ dan membutuhkan penanganan medis segera.
Baca Juga: Cuaca Panas Melanda, Inilah Penyebabnya dan Kapan Akan Berakhir
3. Iritasi Kulit
Cuaca panas membuat tubuh lebih banyak berkeringat. Jika keringat tidak dapat menguap dengan baik karena pori-pori tersumbat, maka keringat terperangkap di bawah kulit dan menyebabkan iritasi kulit.
Iritasi kulit akibat cuaca panas adalah kondisi yang terjadi ketika kulit mengalami gangguan atau reaksi tidak nyaman akibat suhu udara yang tinggi dan kelembapan yang berlebih, terutama saat tubuh banyak berkeringat.
4. Sakit Kepala Sebelah (Migrain)
Terpapar sinar matahari secara langsung atau terpapar polusi berlebihan di udara terbuka dapat memicu migrain.
Cuaca panas juga menyebabkan tubuh kehilangan cairan, yang turut memperparah gejala migrain seperti nyeri berdenyut pada satu sisi kepala, mual, dan sensitivitas terhadap cahaya.
5. Panas Dalam
Istilah ini umum digunakan untuk menggambarkan kondisi seperti tenggorokan kering, sariawan, atau tubuh terasa tidak nyaman akibat suhu panas.
Makanan pedas, berminyak, serta minuman manis bersoda dapat memperparah kondisi ini. Panas dalam bisa menjadi tanda tubuh mulai mengalami ketidakseimbangan cairan dan nutrisi.
6. Demam Tinggi akibat Paparan Panas
Suhu tubuh yang meningkat secara drastis karena terlalu lama berada di bawah sinar matahari bisa menyebabkan demam.
Bila tidak ditangani dengan segera, kondisi ini dapat memicu kerusakan pada otak dan organ vital lainnya, terutama pada anak-anak dan lansia yang lebih rentan terhadap perubahan suhu ekstrem.
Baca Juga: Cuaca Panas Melanda, Inilah Penyebabnya dan Kapan Akan Berakhir
Cara Mencegah Penyakit Akibat Cuaca Panas
Agar terhindar dari berbagai gangguan kesehatan yang bisa muncul saat cuaca panas, masyarakat disarankan untuk melakukan beberapa langkah berikut:
-
Kurangi kegiatan di luar ruangan, terutama pada siang hari ketika cuaca sedang sangat panas.
-
Gunakan perlindungan diri seperti topi, payung, pakaian yang longgar dan berbahan adem, serta oleskan tabir surya untuk melindungi kulit dari sengatan matahari.
-
Minum air putih yang cukup secara teratur agar tubuh tetap terhidrasi dan tidak kekurangan cairan.
-
Hindari konsumsi makanan yang bisa memperburuk kondisi tubuh saat cuaca panas, seperti makanan pedas, berminyak, atau minuman yang terlalu manis.
-
Jika mulai merasakan gejala gangguan kesehatan yang berkaitan dengan panas, segera periksa ke puskesmas, klinik, atau rumah sakit terdekat agar bisa ditangani dengan cepat dan tepat.
Dengan mengenali tanda-tanda awal penyakit dan melakukan pencegahan sejak dini, kita bisa melindungi diri sendiri dan keluarga selama musim panas.
Kesimpulan
Cuaca panas bukan hanya membuat tubuh merasa tidak nyaman, tetapi juga bisa memicu berbagai masalah kesehatan serius jika tidak diantisipasi dengan baik.
Musim panas seharusnya bisa tetap dinikmati tanpa mengorbankan kesehatan. Dengan mengenali gejala gangguan kesehatan akibat panas serta menerapkan pola hidup yang sehat, kita bisa tetap aktif dan produktif tanpa harus khawatir terhadap risiko yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem.
Ingat, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Jadi, lindungi diri dan orang-orang terdekat dengan langkah yang bijak saat menghadapi panas ekstrem.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






