AKURAT.CO Pernahkah Anda merasa cemas atau gelisah saat melihat teman-teman di media sosial sedang menikmati momen seru tanpa Anda? Jika ya, kemungkinan besar Anda sedang merasakan FOMO.
Istilah FOMO adalah singkatan dari Fear of Missing Out, yang secara harfiah berarti "ketakutan ketinggalan sesuatu." Fenomena ini semakin merajalela di era digital, di mana informasi tentang kehidupan orang lain begitu mudah diakses.
Apa Sebenarnya FOMO Adalah?
FOMO adalah sebuah perasaan cemas yang muncul karena anggapan bahwa orang lain mungkin sedang mengalami pengalaman yang memuaskan dan Anda melewatkannya. Ini bukan sekadar keinginan untuk bergabung, melainkan sebuah kecemasan yang mendalam dan terkadang mengganggu.
Menurut sebuah studi yang diterbitkan di Computers in Human Behavior (dilansir dari ScienceDirect), FOMO seringkali dikaitkan dengan penggunaan media sosial yang intens dan kebutuhan untuk merasa terhubung.
Beberapa karakteristik utama dari FOMO meliputi:
- Kecemasan: Merasa gelisah atau tidak tenang saat melihat aktivitas orang lain di media sosial.
- Perbandingan Sosial: Cenderung membandingkan diri dengan orang lain, terutama dalam hal pengalaman atau pencapaian.
- Dorongan untuk Terus Terhubung: Merasa harus selalu memeriksa feed media sosial atau pesan agar tidak ketinggalan informasi.
- Penyesalan: Merasa menyesal jika melewatkan suatu acara atau kesempatan.
Mengapa FOMO Begitu Meresahkan?
FOMO bisa sangat meresahkan karena menciptakan lingkaran setan.
Semakin banyak waktu yang dihabiskan di media sosial, semakin besar kemungkinan untuk melihat postingan yang memicu FOMO. Hal ini kemudian dapat mengarah pada perilaku kompulsif untuk terus memeriksa media sosial, yang justru memperburuk kecemasan.
Dampak FOMO Terhadap Kesehatan Mental
Dampak FOMO tidak boleh diremehkan. Jika dibiarkan terus-menerus, FOMO dapat memengaruhi kesehatan mental dan kesejahteraan seseorang.Beberapa dampak negatif yang mungkin timbul antara lain:
- Peningkatan Stres dan Kecemasan: Rasa takut ketinggalan bisa memicu stres kronis dan gangguan kecemasan.
- Penurunan Kualitas Tidur: Terus-menerus memeriksa ponsel sebelum tidur dapat mengganggu pola tidur.
- Gangguan Konsentrasi: Pikiran yang selalu terpecah karena ingin tahu apa yang terjadi di media sosial bisa menurunkan fokus.
- Penurunan Harga Diri: Perbandingan sosial yang konstan dapat membuat seseorang merasa kurang berharga atau tidak cukup baik.
Cara Mengelola dan Mengatasi FOMO
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








