AKURAT.CO Personal branding adalah bagaimana seseorang diceritakan oleh orang lain di cerita tersebut.
Konsep ini berawal dari suatu peternakan di Amerika, yang memiliki banyak sapi dengan peternak yang berbeda-beda dan untuk mempermudah penentuan identitas, maka digunakanlah branding sebagai penamaan.
Penamaan sendiri dipakaikan melalui besi panas yang berbentuk logo/brand dan dicapkan ke bagian badan sapi.
Sejak inilah konsep branding dibentuk ketika seseorang memberikan kepada orang lain.
Baca Juga: 5 Strategi Membangun Personal Branding yang Kuat di LinkedIn
Maka, sejatinya personal branding adalah konsep diberikan oleh orang lain.
Personal branding merupakan konsep yang pada dasarnya di luar kontrol manusia karena yang bisa dikontrol adalah tindakan dan konsistensi.
Dasar dari proses personal branding adalah Know, ketahui dan refleksi diri dengan fokus.
Personal branding adalah bagaimana dunia melihat kita, bukan hanya semata-mata tentang apa yang kita lihat dan pikirkan di diri kita.
Baca Juga: Cara Optimalkan Media Sosial untuk Bangun Personal Branding
Hal ini karena branding adalah yang tertanam di benak orang-orang.
Buatlah dampak dan berikan kesan yang baik.
Guna mendapatkan pemahaman mendasar mengenai personal branding, perlu adanya validasi diri dengan umpan balik dari orang lain.
Mari perjelas bersama tentang faktor pendorong personal branding
1. Nilai dan prinsip
Awali personal branding dengan nilai dan prinsip yang ada dalam diri.
Hal ini merupakan dasar bagaimana diri akan bertindak dan bereaksi.
Baca Juga: Sedang Membangun Personal Branding? Beberapa Kesalahan Ini Harus Kamu Hindari
2. Gairah atau keinginan
Adanya vibrasi positif dalam diri sehingga orang lain ikut tertular dengan energi positif tersebut yang menjadikan lingkungan semakin baik dan produktif.
3. Kekuatan super
Manusia diciptakan dengan keahlian yang berbeda beda sehingga setiap manusia merupakan keunikan.
Maka carilah keunikan tersebut yang dapat menghasilkan serta menyalurkan kekuatan dan memberi nilai yang khas di mata orang lain.
Baca Juga: Pentingnya Personal Branding, Berikut Perbedaan Dengan Pencitraan
4. Sasaran atau tujuan
Kira-kira apa yang ingin dicapai selama lima atau 10 tahun ke depan? Seperti apa kehidupan yang diinginkan selama lima atau 10 tahun ke depan?
Sasaran dapat bersifat jangka pendek, menengah hingga jangka panjang.
Sasaran dibentuk sebagai gambaran agar manusia dapat fokus sesuai tujuan yang ingin dicapai.
Ini dilakukan juga untuk mengurangi adanya distraksi dalam hal lain.
Perlu dengan sadar untuk tahu alasan di balik mengapa kita perlu melakukan suatu hal.
Agar ketika hal tersebut tercapai, maka ada rasa puas di dalam diri. (Berlian Rahmah Dewanto)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









