AKURAT.CO Home Feng Shui merupakan teknik menganalisa rumah. Terlebih di dalam rumah terdapat aliran energi. Aliran ini bisa memancarkan energi positif maupun negatif.
Konsultan Feng Shui, Rezza Anggara menjelaskan Feng Shui sendiri memiliki peta, dalam hal memetakan energi positif dan negatif dilihat dari tools-nya. "Tools imperial dan classical Feng Shui berbeda. Terdapat tiga cara untuk memperbaikinya peta tersebut," ujarnya.
Cara pertama, dengan merubah struktur bangunan. Pintu yang salah harus diperbaiki. Begitu juga kasur, kompor, meja kerja perlu diperbaiki.
"Merubah semua ini memang gampang. Investasinya cenderung terjangkau. Terlebih merubah pintu terdapat klaim dalam hal merubah pintu yang kurang lebih Rp3-5 juta," sebutnya.
"Angka itu masih relatif murah. Kendati yang repot jika harus merubah struktur bangunan. Merubah kolam renang, tangga, kamar mandi. Perubahan ini pastinya memiliki biaya yang sangat mahal. Kolam renang saja biayanya setara dengan satu mobil," lanjut dia.
Cara kedua ialah dengan menambahkan hiasan agar dapat menyaring energi negatif. Hiasan ini bisa berupa lukisan, klepot (pot tanah lihat) dan hiasan besi.
Penambahan ornamen hiasan rumah ini menurut Rezza akan menyaring energi negatif yang masuk ke rumah. Namun ini tidak dapat menyelesaikan masalah 100 persen. Hanya berfungsi meredam hingga 70 persen.
Cara ketiga adalah dengan Imperial Feng Shui. "Cara ini paling efektif tanpa harus menggunakan dua cara sebelumnya. Hal ini digunakan oleh para kaisar pada zaman dinasti Qing dengan menempatkan berbagai kristal di istana kerajaan," tuturnya.
"Perlu diketahui, kristal Feng Shui ini sudah digunakan sejak tahun 1612. Artinya, ini sudah digunakan sejak lama dan sudah terbukti sampai saat ini," tembah Rezza.
Peninggalan Kaisar Qianlong bahkan sudah hampir sold out. Artinya, mereka yang paham Feng Shui rela mengeluarkan uang miliaran rupiah untuk membeli kristal yang teruji manfaat positifnya.
"Mereka pasti paham kristal itu bisa merubah hidup seseorang. Apalagi imperial Feng Shui ini menjadi investasi seumur hidup. Bisa kita turunkan hingga anak cucu kita. Tidak terkendala akan umur seperti rumah yang membutuhkan perubahan setiap 20 tahun sekali," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








