Keadaan Makin Buruk, Sekarang Bumi Mengalami Global Boiling

AKURAT.CO Global warming atau pemanasan global sudah berakhir akibat suhu Bumi yang terus naik. Hal tersebut menandakan era global boiling atau pendidihan global baru saja dimulai.
Istilah global boiling pertama kali dicetuskan oleh Sekretaris Jenderal PBB, António Gutteres, untuk menggambarkan keadaan Bumi yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah.
Istilah tersebut menunjukkan kenaikan suhu Bumi yang ekstrem sehingga dinilai melampaui fase global warming.
Global boiling merupakan bentuk nyata dari krisis iklim. Perubahan suhu Bumi tercatat pernah terjadi di masa lalu dengan suhu serupa, namun perubahan iklim yang terjadi tidak secepat di masa ini. Tentu perbedaan tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor penyebab perubahan iklim yang terjadi pada masa lalu dan masa ini.
Perubahan suhu Bumi pada masa lalu disebabkan faktor-faktor alami. Kini perubahan suhu Bumi disebabkan oleh gas karbondioksida yang terjebak di atmosfer dan menghentikan panas yang keluar ke luar angkasa. Bumi akan mengalami perubahan jika global boiling terus berlanjut.
Beberapa Perubahan yang Akan Terjadi
Perubahan Struktur Geografi Bumi
Perubahan struktur geografi Bumi tidak dapat dihindari akibat dari global boiling yang terus berlanjut.
Hal tersebut didasari oleh perubahan iklim yang menyebabkan mengeringnya aliran air serta akan berakhir kepada sulitnya tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Gurun di Bumi akan relatif lebih luas di bagian tengah benua.
Selain hal tersebut, es di kutub akan mencair serta akan berakhir kepada tenggelamnya bagian pesisir menjadi laut baru.
Krisis Kesehatan Global
Tanaman serta hewan akan sulit tumbuh dan berkembang akibat sulitnya air bersih. Hal tersebut akan menyebabkan langkanya makanan dan akan berdampak malnutrisi bagi manusia.
Gas karbondioksida yang terjebak di atmosfer selain menghentikan panas yang keluar ke luar angkasa, juga menyebabkan gangguang pernapasan pada seluruh mahluk hidup di Bumi.
Masih banyak hal yang akan terjadi jika global boiling terus menerus dibiarkan. Jika bukan kita yang merawat Bumi, siapa lagi? (Sastra Yudha Muhidin)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







