Akurat Logo

Apa Saja Wisata Sejarah di Makassar yang Menarik untuk Dikunjungi

Redaksi Akurat | 25 September 2026, 21:36 WIB
Apa Saja Wisata Sejarah di Makassar yang Menarik untuk Dikunjungi
Benteng Rotterdam

AKURAT.CO Makassar memiliki sejumlah destinasi sejarah yang menarik, mulai dari masa Kerajaan Gowa hingga periode kolonial Belanda.

Dengan benteng yang kuat di tepi laut, istana bersejarah raja, hingga makam kerajaan yang terjaga rapi.

Berikut ini adalah beberapa pilihan untuk destinasi sejarah di Makassar yang bersifat edukatif dan instagramable untuk menjadikan liburan Anda lebih bermakna.

Baca Juga: Bahlil Ungkap Biang Antrean BBM Makassar, dari Shifting hingga Tangki Modifikasi

Mengapa Makassar Penting untuk Destinasi Wisata Sejarah

Makassar merupakan pusat Kerajaan Gowa-Tallo yang dikenal sebagai kerajaan maritim terbesar di Nusantara. Kota pelabuhan ini menyimpan kisah perjuangan melawan penjajahan dengan banyak peninggalan bersejarah yang masih terawat. Letaknya yang strategis sebagai jalur dagang memberi warna pada kebudayaan serta arsitektur yang unik di Makassar.

Banyak tempat bersejarah telah diperbaharui dan dikelola dengan baik untuk tujuan pendidikan. Aksesnya sangat mudah karena berada di jantung kota dengan berbagai pilihan transportasi. Harga tiket masuk yang ditawarkan sangat terjangkau dan beberapa di antaranya bahkan tanpa biaya.

1. Benteng Rotterdam – Ikon Sejarah Makassar

Benteng Rotterdam atau Fort Rotterdam adalah benteng warisan VOC yang didirikan pada tahun 1545. Bangunan yang menyerupai bentuk penyu ini menjadi lambang kekuatan maritim Kerajaan Gowa. Gaya arsitektur Eropa yang dikombinasikan dengan pengaruh lokal menciptakan keunikan yang layak untuk diabadikan dalam foto.

Informasi Penting:

Tiket: Rp 10.000 (dewasa), Rp 5.000 (anak)

Jam buka: 08.00-18.00 WITA

Lokasi: Jalan Ujung Pandang, di tepi Pantai Losari

Di dalam benteng terdapat Museum La Galigo yang menyimpan berbagai artefak budaya Sulawesi. Pengunjung dapat mempelajari sejarah tentang kerajaan maritim dan perdagangan rempah-rempah. Benteng ini juga pernah menjadi lokasi pembuangan Pangeran Diponegoro.

2. Makam Raja-Raja Gowa - Tempat Pemakaman Kerajaan

Makam Raja-Raja Gowa yang terletak di Katangka adalah kompleks pemakaman raja-raja dari Kerajaan Gowa yang ada sejak abad ke-16. Terdapat 37 makam raja dengan nisan batu yang diukir dengan gaya khas Bugis-Makassar. Desain makam mencerminkan status dan zaman masing-masing raja yang dimakamkan.

Tidak ada tiket masuk, namun pengunjung boleh memberikan donasi sukarela. Waktu kunjungan adalah 08.00-17.00 WITA dengan pemandu lokal yang siap memberikan penjelasan. Lokasi berada sekitar 11 km dari pusat kota menuju Sungguminasa.

3. Istana Balla Lompoa - Istana Kerajaan Gowa

Istana Balla Lompoa adalah istana resmi Kerajaan Gowa yang masih aktif hingga saat ini. Bangunan dengan gaya rumah panggung khas Bugis ini menyimpan barang-barang pusaka kerajaan dan mahkota raja. Arsitektur kayu ulin yang terbuat tanpa paku menunjukkan kecanggihan desain tradisional Sulawesi.

Harga tiket masuk adalah Rp 5.000 dengan waktu buka 08.00-17.00 WITA. Pengunjung diwajibkan melepas alas kaki dan berpakaian sopan ketika berkunjung. Terletak di Sungguminasa, sekitar 30 menit perjalanan dari pusat kota Makassar.

4. Benteng Somba Opu - Benteng Kerajaan Gowa

Benteng Somba Opu merupakan benteng pertahanan milik Kerajaan Gowa yang dibangun pada abad ke-16 sebagai pusat pemerintahan. Reruntuhan benteng ini menjadi saksi kejayaan maritim dan upaya pertahanan kerajaan menghadapi VOC. Luas area benteng ini masih menyisakan fondasi bangunan kerajaan yang terlihat.

Harga tiket masuk adalah Rp 5.000 dengan fasilitas museum kecil dan replika rumah adat dari Sulawesi Selatan. Waktu buka adalah 08.00-18.00 WITA dengan area parkir yang luas. Lokasi berada di pinggir Sungai Jeneberang, sekitar 7 km dari pusat kota.

5. Monumen Mandala - Tugu Kemerdekaan

Monumen Mandala adalah tugu peringatan untuk pembebasan Irian Barat yang menjulang setinggi 75 meter. Bangunan ini menjadi landmark bagi Makassar dengan relief yang menggambarkan kisah perjuangan. Pengunjung dapat naik ke puncak tugu untuk menikmati pemandangan kota dari atas.

Tiket masuk sebesar Rp 5.000 termasuk lift yang tersedia menuju puncak. Buka dari pukul 08.00 hingga 17.00 WITA dengan pemandangan 360 derajat kota Makassar. Lokasinya sangat strategis di pusat kota, dekat dengan Pantai Losari, sehingga mudah diakses.

6. Museum Kota Makassar - Koleksi Sejarah yang Lengkap

Museum Kota Makassar menyimpan beragam artefak dari masa prasejarah hingga masa sekarang. Diorama dan tampilan interaktif membuat pengunjung lebih mudah memahami sejarah Makassar. Koleksi ini mencakup alat tradisional, senjata, busana adat, dan foto-foto bersejarah.

Harga tiket masuk adalah Rp 10.000 untuk orang dewasa dan Rp 5.000 untuk pelajar. Jam buka dari Selasa hingga Minggu pada pukul 08.00-16.00 WITA (tutup pada hari Senin). Museum ini terletak di area Benteng Rotterdam, memudahkan pengunjung untuk sekaligus mengunjungi dua tempat.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Berkunjung

Sepanjang tahun cocok untuk berkunjung karena semua kegiatan dilakukan di dalam ruangan. Cuaca di Makassar umumnya panas, jadi lebih nyaman jika datang pagi atau sore. Sebaiknya hindari hari libur nasional untuk mendapatkan suasana yang lebih tenang.

Hari kerja biasanya lebih sepi, memberikan pengalaman yang lebih pribadi. Pada bulan Ramadan, beberapa tempat tutup lebih awal, jadi penting untuk memperhatikan jam buka.

Cara Berkeliling Wisata Sejarah

Bandara Sultan Hasanuddin terletak 20 km dari pusat kota dengan akses taksi dan bus. Di dalam kota tersedia pete-pete (angkot), taksi online, dan sewa motor. Banyak situs sejarah saling berdekatan di pusat kota, sehingga bisa dijangkau dengan berjalan kaki.

Transportasi:

Pete-pete - Rp 5.000-10.000

Taksi online untuk fleksibilitas

Sewa motor Rp 70.000 per hari

Benteng Rotterdam, Pantai Losari, dan Monumen Mandala hanya dalam jarak 2 km. Menyewa motor lebih efisien untuk pergi ke Sungguminasa untuk mengunjungi kompleks Gowa.

Baca Juga: Polres Gowa Bongkar Kasus Produksi Uang Palsu di Kampus UIN Alauddin Makassar, Ini Kronologinya!

Tips untuk Berkunjung

Datanglah di pagi hari untuk menghindari panas yang berlebihan dan keramaian. Kenakan pakaian yang sopan, terutama saat mengunjungi makam raja dan istana. Bawa air minum dan sunblock karena cuaca panas.

Manfaatkan tour guide lokal untuk mendapatkan penjelasan yang lebih mendalam. Siapkan uang tunai karena tidak semua tempat menerima pembayaran digital. Pastikan baterai kamera terisi penuh karena banyak spot foto menarik.

Biaya Berwisata Sejarah

Anggaran minimal untuk berkeliling wisata sejarah Makassar sekitar Rp 100.000-150.000 per orang. Anggaran ini mencakup tiket masuk ke semua tempat dan transportasi lokal. Makan di warung lokal sangat terjangkau mulai dari Rp 20.000-30.000.

Paket tur kota dengan pemandu mulai dari Rp 300.000 untuk kelompok sudah termasuk transportasi. Memesan hotel di sekitar Pantai Losari akan mempermudah akses ke situs sejarah.

Etika Selama Berkunjung

Hormati keagungan tempat dengan tidak bersuara keras, terutama di kawasan makam. Jangan sentuh atau rusak artefak dan bangunan bersejarah. Patuhilah petunjuk pemandu dan ikuti aturan yang ada.

Minta izin sebelum memotret, terutama di area yang sakral. Jaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Berpakaian sopan dan lepaskan alas kaki jika diminta.

Makassar memiliki kekayaan wisata sejarah yang menarik, mulai dari benteng yang kuat hingga istana bersejarah.

Setiap situs menceritakan kisah kejayaan maritim dan perjuangan masyarakat Sulawesi Selatan. Rencanakan kunjungan dengan baik agar mendapatkan pengalaman edukatif yang bermakna sekaligus menghargai warisan sejarah.

Tia Ayulia (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R