AKURAT.CO Banyak orang mengira bahwa semakin tinggi suatu tempat, maka suhunya harusnya lebih panas karena posisinya lebih dekat dengan Matahari. Namun, kenyataannya kondisi di pegunungan justru lebih dingin dibandingkan dengan pantai. Fenomena ini bisa dijelaskan melalui ilmu atmosfer dan fisika sederhana.
Suhu udara tidak ditentukan oleh jarak langsung ke Matahari, melainkan oleh kemampuan permukaan bumi menyerap dan memantulkan panas.
Di permukaan rendah seperti pantai, sinar Matahari mengenai daratan dan laut, lalu dipantulkan kembali ke atmosfer sehingga suhu udara terasa hangat.
Sebaliknya, di pegunungan, lapisan udara lebih tipis dan tekanan udaranya rendah. Hal ini membuat molekul udara lebih jarang sehingga tidak mampu menyimpan panas sebanyak di dataran rendah. Akibatnya, semakin tinggi suatu tempat, suhunya semakin menurun.
Baca Juga: Cegah dan Atasi Hipotermia Ketika di Gunung
Fenomena ini disebut dengan laju penurunan suhu adiabatik, yakni rata-rata suhu udara turun sekitar 0,6°C setiap kenaikan 100 meter.
Jadi, jika di pantai suhu mencapai 30°C, maka di ketinggian 1.000 meter bisa turun menjadi sekitar 24°C.
Selain itu, di pegunungan kelembapan udara lebih rendah, sehingga panas cepat hilang pada malam hari. Faktor ini menjadikan udara pegunungan terasa lebih sejuk bahkan dingin menusuk, terutama ketika malam.
Kesimpulannya, meski pegunungan lebih dekat secara geometris ke matahari, suhu di sana lebih rendah karena atmosfer di ketinggian tidak mampu menyimpan panas dengan efektif.
Inilah sebabnya orang sering memilih wisata alam ke dataran tinggi untuk mencari udara segar dan suasana yang menenangkan.
Dinda NS (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








