Mengenal Penyebab Gunung Berapi Meletus dan Deretan Paling Aktif di Indonesia

AKURAT.CO Gunung meletus merupakan fenomena alam ketika magma yang tersimpan di dalam perut bumi terdorong keluar ke permukaan. Peristiwa ini termasuk dalam kategori bencana alam vulkanik karena dampaknya bisa sangat luas, mulai dari kerusakan lingkungan, hancurnya permukiman, hingga gangguan kesehatan akibat abu vulkanik yang mengotori udara.
Menurut Yanuar dalam buku Seri Sains Gunung (2020:15), letusan terjadi ketika lahar berupa silikat cair panas yang bercampur dengan gas keluar dari gunung berapi.
Saat erupsi berlangsung, gunung tidak hanya memuntahkan lava, tetapi juga mengeluarkan abu, batuan cair, dan uap melalui rekahan di kerak bumi.
Dengan kata lain, erupsi gunung berapi adalah bentuk pelepasan energi besar dari dalam bumi.
Baca Juga: Gunung Berapi Islandia Meletus Di Dekat Ibu Kota
Faktor yang Mempengaruhi Letusan Gunung Berapi
Dilansir dari laman Kemendikdasmen, ada beberapa faktor utama yang memengaruhi bagaimana letusan gunung berapi terjadi, antara lain:
1. Interaksi Magma dengan Air
Pertemuan magma panas dengan air tanah maupun air laut dapat memicu letusan dahsyat.
Air yang terkena panas ekstrem akan langsung berubah menjadi uap dalam jumlah besar. Proses ini menghasilkan tekanan tinggi dalam waktu singkat, sehingga magma terdorong keluar dengan keras. Jenis erupsi ini disebut letusan freatik, biasanya disertai suara ledakan keras serta semburan abu vulkanik yang menyebar luas.
2. Tekanan Gas dalam Magma
Selain interaksi dengan air, tekanan gas di dalam magma juga menjadi faktor penting. Magma mengandung gas vulkanik seperti uap air, karbon dioksida, dan belerang dioksida.
Gas yang terperangkap semakin menumpuk seiring bertambahnya volume magma.
Saat tekanannya mencapai titik maksimum, gunung berapi akan meletus untuk melepaskan energi tersebut. Tingkat keparahan letusan sangat dipengaruhi oleh kandungan gas di dalam magma.
3. Kekentalan atau Viskositas Magma
Sifat fisik magma juga menentukan bagaimana sebuah gunung berapi meletus.
Magma dengan kandungan silika tinggi cenderung lebih kental, sehingga gas sulit keluar. Kondisi ini sering memicu letusan eksplosif dengan daya ledak besar.
Sebaliknya, magma yang lebih encer, seperti magma basaltik, memungkinkan gas keluar lebih mudah. Erupsi dari jenis magma ini biasanya lebih tenang, ditandai dengan aliran lava yang stabil dan bergerak lambat.
Baca Juga: Pantauan Status Gunung Berapi oleh BPH Migas: 1 Awas, 6 Siaga dan 16 Waspada
Deretan Gunung Berapi Aktif di Indonesia
1. Gunung Merapi
Berlokasi di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta, Gunung Merapi dikenal sebagai salah satu gunung berapi paling aktif di dunia. Sejarah mencatat, gunung ini kerap mengalami letusan dengan dampak yang besar bagi wilayah sekitarnya.
2. Gunung Krakatau
Di Selat Sunda berdiri Gunung Krakatau, yang namanya mendunia setelah letusan dahsyat pada tahun 1883. Erupsi tersebut tercatat sebagai salah satu peristiwa vulkanik paling eksplosif dalam sejarah, dengan efek yang dirasakan hingga ke berbagai belahan dunia.
3. Gunung Semeru
Disebut juga Mahameru, Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa dan terletak di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Gunung ini masih aktif hingga sekarang, dengan aktivitas letusan yang terjadi secara periodik.
4. Gunung Rinjani
Terletak di Pulau Lombok, Gunung Rinjani terkenal dengan kawah luas dan danau kawah yang indah. Meski menjadi destinasi wisata alam populer, gunung berapi ini tetap aktif dan terakhir kali meletus pada tahun 2015.
5. Gunung Kerinci
Menjulang di Sumatera Barat, Gunung Kerinci adalah gunung berapi tertinggi di Indonesia. Aktivitas vulkaniknya masih terus berlangsung, dengan beberapa letusan kecil yang tercatat dalam beberapa dekade terakhir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








