5 Negara Paling Sulit Dikunjungi, Contohnya Ke Palestina Harus Izin Israel
AKURAT.CO - Tidak semua negara bisa dikunjungi dengan mudah dan bebas oleh wisatawan.
Karena ada beberapa negara yang terlalu tertutup sehingga sangat ketat menerima kunjungan orang asing.
Dan sebelum menentukan negara mana yang akan menjadi rencana destinasi, ada baiknya pastikan dulu bagaimana keamanan di negara tersebut, aturan apa saja yang ada di negara tujuan, seberapa sulit pengurusan visa, dan bagaimana sikap mereka sebagai penduduk asli dalam menerima kunjungan wisatawan.
Berikut daftar 5 negara yang paling sulit dikunjungi dan wisatawan harus waspada.
Baca Juga: India Sebut Hamas Sebagai Kelompok Teroris, Ini Profil Negara Asia Yang Dukung Israel Tersebut
Korea Utara
Korea Utara alias Korut, negara ini dikenal tertutup dengan modernisasi ala dunia luar, sehingga untuk masuk ke negara tersebut wisatawan harus melewati prosedur yang ketat.
Pengurusan visanya juga bukan hal yang mudah, karena terbatasnya keberadaan kedutaan negara lain di Korut.
Kemudian jika berhasil mengunjungi Korea Utara, akan langsung diberikan banyak aturan yang harus ditaati oleh wisatawan.
Serta hanya diperbolehkan mengunjungi beberapa tempat yang telah ditentukan dan harus ditemani oleh pemandu wisata lokal.
Baca Juga: Diusir Korut, Prajurit AS Yang Kabur Akhirnya Pulang Ke Rumah
Bhutan
Bhutan adalah negara kecil di Asia Selatan yang berbentuk kerajaan, wilayah negara ini terletak di antara China dan India.
Pengunjung yang dapat mengajukan permohonan visa individu ke negara ini hanyalah yang berasal dari negara India, Bangladesh, atau Maladewa.
Untuk mendapatkan visa ke Bhutan, pengunjung harus mencari agen wisata yang mengatur perjalanan dan membayar biaya visa di muka bersama dengan sisa paket wisata.
Dan apabila visa diproses secara online maka harus mendapat persetujuan dari Dewan Pariwisata di Bhutan.
Baca Juga: 7 Fakta Menarik Bhutan, Negara Asia Selatan yang Prioritaskan Kebahagiaan Rakyatnya
Afghanistan
Negara yang dikenal dengan sebutan Islamic Republic of Afghanistan ini dikenal sebagai salah satu negara yang tidak aman untuk dikunjungi wisatawan.
Karena di negara ini tengah terjadi konflik yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun silam.
Afghanistan terlibat perang dengan Amerika Serikat. Dan tak hanya itu saja, tingkat kejahatan di negara tersebut cukup tinggi sehingga membuat wilayah tersebut berbahaya bagi para wisatawan.
Namun, bila tetap ingin pergi ke Afghanistan, pengurusan visa ke negara ini cukup sulit dan biayanya juga mahal.
Baca Juga: Ini Kisah Perjalanan Berbahaya Timnas Putri Afghanistan Menghindari Taliban
Somalia
Berada di peringkat ke-6 sebagai salah satu tempat paling berbahaya, Somalia termasuk dalam daftar negara paling sulit untuk dikunjungi.
Karena tak banyak konsulat atau kedutaan yang bersedia mengeluarkan visa pengunjung bagi turis, semata-mata untuk melindungi pengunjung karena memang kondisi negaranya membahayakan.
Baca Juga: Serangan Terbaru di Hotel Somalia Tewaskan Empat Orang, Salah Satu Menteri jadi Korban
Palestina
Negara Palestina hingga kini masih terus berkonflik dengan Israel, sebab kekuasaan wilayah dan hal lainnya.
Untuk mengunjungi Palestina, wisatawan harus memperhatikan pemilihan pintu masuk ke negara tersebut, apakah lewat Israel atau Yordania.
Memasuki wilayah Palestina lewat jalur Israel akan melewati penjagaan yang cukup ketat dan riskan terkena imbas konflik antara dua negara tersebut.
Sementara lewat Yordania harus terbang ke bandara di Amman lebih dulu, kemudian dilanjutkan menempuh perjalanan darat ke perbatasan Yordania-Israel, dikenal dengan Jembatan Allenby.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 4Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 7Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang








